396 Tersuntik, DPK APINDO Bandarlampung Helat Vaksinasi OJK-APINDO di Aman Jaya

396 Tersuntik, DPK APINDO Bandarlampung Helat Vaksinasi OJK-APINDO di Aman Jaya
Vaksinasi nasional gratis COVID-19 berbasis target komunitas, Vaccines For Community, taja OJK RI Perwakilan Lampung dan DPP APINDO Lampung, bagi 396 buruh/pekerja PT Aman Jaya Perdana (AJP), yang sukses tervaksinasi dosis satu SinoVac, di komplek PT AJP, Jl Sutami KM 7,5 Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung, Sabtu (16/10/2021). | Collage Maker/Muzzamil/Sriyadi
BANDAR LAMPUNG

Bandar Lampung (LV) —

Sekali tabuh genderang, surut enggan terbilang. Demikian kelebat kesan mendapati gelegar eksekusi percepatan pelaksanaan vaksinasi nasional gratis COVID-19 berbasis target komunitas, Vaccines For Community, taja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Perwakilan Lampung dan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung.

Masuk akhir pekan ketiga bulan terik cuaca, giliran 396 orang buruh/pekerja perusahaan anggota stelsel aktif APINDO berbasis di Kota Tapis, PT Aman Jaya Perdana (AJP), tervaksinasi dimaksud dosis satu SinoVac, di komplek PT AJP, Jl Sutami KM 7,5 Kelurahan Campang Raya, Sukabumi, Bandarlampung, Sabtu (16/10/2021) pagi hingga jelang sore.

Sriyadi, Staff Engineering Kepala Produksi PT AJP, koordinator tim pelaksana vaksinasi, mewakili direktur operasional, Ronald Wijaya, di sela kesibukannya jelang sesi terakhir penyuntikan usai menginfokan, vaksinasi aman, tertib lancar. Pelaksana menggandeng Klinik Kesehatan Muhammadiyah Sukarame, Bandarlampung, selaku penyedia vaksinator.

Paginya, Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) APINDO Bandarlampung, AR Suparno, didapuk pidato sambutan mewakili ketua pelaksana provinsi, Arif Syaifudin Zuhri, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Jaminan Sosial, dan Advokasi DPP APINDO Lampung.

Arif meski absen, melayangkan selamat dan sukses bagi perusahaan anggota APINDO, DPK APINDO Kota Bandarlampung dan PIC APINDO Kota atas terlaksananya vaksinasi.

Pun masih di Jakarta, Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian MBA, apresiatif atas kerja keras supertim. “Terima kasih buat teman-teman PT Aman Jaya, DPP dan DPK Bandarlampung yang sudah hadir di sana, begitu juga perusahaan lain yang terlibat langsung atas pelaksanaan vaksinasi ya. Semoga acaranya berjalan lancar dan sukses ya,” pesan singkat Ary, pukul 10.25.

Baca Juga:  Infografis Harga Pangan Provinsi Lampung

Selain Sriyadi, pimpinan dan staf AJP, serta Suparno yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI Perjuangan, hadir di lokasi Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial DPP APINDO Lampung Enita Agustri Niarsih, Darman, sekretaris dan bendahara APINDO Bandarlampung, Kasturi dan Lisa Silawati.

Persis satu menit jelang vaksinasi ditutup pukul 15.30 WIB, Sriyadi mengafirmasi total realisasi vaksinasi, dan belum ditentukannya tempat dan tanggal pelaksanaan vaksinasi dosis kedua.

“Dosis yang telah tersuntik jumlahnya 396 dosis, masih sisa 104. Jadi 79,20 persen pak. Total vaksin 500, terpakai 396, sisa 104. Kami akan atur jadwal lagi untuk habiskan vaksin dosis pertama sesi kedua nanti. Rencana Sabtu, 23 Oktober 2021, pukul 09.00 WIB,” detail pesan WhatsApp dia pukul 14.29 WIB dari lokasi, impresif.

“Kami atas nama manajemen PT Aman Jaya Perdana mengucapkan terima kasih banyak kepada Kepala OJK Perwakilan Lampung, Ketua DPP APINDO, DPK Bandar Lampung, DPP Kabid Kesehatan dan Sosial, dan semua pihak yang tidak dapat kami sebut satu per satu. Mohon maaf atas kekurangan pelaksanaan program vaksin ini,” tutur dia.

Sedianya kuota dosis vaksin diperuntukkan selain bagi pihak AJP, juga lima korporat lainnya: empat perusahaan industri, dan satu cabang institusi jasa keuangan. Terungkap, masing-masing ada yang calon pesertanya telah terlebih dulu ikut vaksinasi beda lokasi, ada pula yang urungkan kepesertaannya.

Umumnya pelaksana, kuat upaya prakondisi, Sriyadi sadar betul, pentingnya vaksinasi. “Dalam rangka percepatan herd immunity dan pemulihan ekonomi di Lampung,” tagline taja OJK-APINDO itu dibunyikannya kembali.

Baca Juga:  Dandim Kodim 0410/KBL Dampingi Ketua Yayasan Kartika Dalam Rangka Penilaian Sekolah

Pengingat, Aman Jaya Perdana ini korporasi industri penanaman modal dalam negeri pengampu usaha produksi, pengolahan, sortasi, perdagangan, distribusi, eksportasi produk mentah hasil bumi, setengah jadi dan produk olahan nilai tambah tinggi komoditas unggulan tanaman hortikultura Bumi Ruwa Jurai yakni tepung tapioka: tepung kanji atau pati ekstraksi umbi pohon ubikayu/singkong, lada hitam, minyak kelapa sawit, cangkang sawit, expeller sawit, lada putih, cassia, pala, fuli, cengkeh, kunyit dan lada hitam panjang.

Notabene “milenial”, didirikan 1982 dimulai perdana produksi tapioka, segera setelah itu perdagangan lada hitam mentah, minyak kelapa sawit (CPO), cangkang sawit, expeller sawit. Lalu pabrik memproduksi terutama lada hitam, tahun 2016 diawali pengolahan lada putih, cassia, pala, fuli, cengkeh, kunyit lada hitam panjang.

Januari 2017, pabrik sterilisasi beroperasi. AJP juga memproduksi molase (tetes tebu), minyak inti sawit, dan bungkil inti sawit (BIS) yakni limbah olahan CPO berkadar protein 16-18 persen hingga dapat dijadikan pakan sapi perah bahkan yang well-qualified dapat dipakai dalam konsentrat sapi perah sekitar 30 persen.

Data Juni 2020, AJP punya 414 karyawan tetap, 30.200 meter persegi lahan kawasan berikat. Disarikan dari reportase anjangsana tim Customs Visit Customers (CVC), Kantor Bea Cukai Bandar Lampung, agenda rutin visitasi fisik langsung ke lokasi perusahaan guna peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jasa, 19 Juni 2020, perusahaan swasta nasional industri dan perdagangan hasil bumi terkemuka Lampung ini selain disebut pihak Bea Cukai saat itu sebagai “Kawasan Berikat yang patuh”, diketahui terus berderap digitalisasi proses bisnis, juga sedang melakukan sesuatu lainnya.

Baca Juga:  Kartu Petani Berjaya Siap Jadi Pilot Project Nasional, Gubernur Arinal Konsolidasi ke Poktan dan Pejabat Pertanian Kabupaten/Kota

Apa itu? “PT Aman Jaya Perdana sedang mengusulkan ke pemerintah daerah tentang penetapan wilayah Campang Raya sebagai kawasan industri. Mengingat kegiatan produksi hasil bumi yang dihasilkan terus meningkat dan juga mempekerjakan buruh harian lepas kurang lebih sebanyak 1.500 orang setiap harinya,” bunyi reportase itu.

Kala tahun pertama pandemi 2020, AJP tak luput didera menurunnya permintaan hasil produksi, namun keyakinan keadaan akan makin membaik memantik perusahaan masih serius lakukan investasi aset, dan tetap meneruskan kegiatan industri. AJP juga gerak cepat merespons imbas buas pandemi –berdonasi sosial berbagi rutin paket sembako ke buruh harian lepas yang belum dapat beraktivitas selayak mestinya.

Telah berkemampuan memasok relatif established produk berkualitas bernilai tambah keekonomian tinggi ke pasar dunia, Aman Jaya Perdana dengan produk andalan antara lain Merica Bubuk Cap Paus Putih ukuran 3 gram per sachet (hanya dijual di pasar lokal Indonesia), juga, Cassia rusak, bubuk Cassia, Cassia Stick AA 8 cm/AA 7 cm, dan untuk cengkeh ada utuh ada bubuk, telah pula manifes jadi bagian kebanggaan bersama pemerintah dan rakyat Lampung. [red/Muzzamil]

 135 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tagged