Akses Jalan Memprihatinkan, Petani Tirtalaga Kesulitan Angkut Hasil Panen

Akses Jalan Memprihatinkan, Petani Tirtalaga Kesulitan Angkut Hasil Panen
MESUJI

Mesuji, (LV)
Pemerintah Desa Tirtalaga, Kecamatan Mesuji, terus berbenah terutama di bidang infrastruktur jalan baik jalan lingkungan dan jalan usaha tani. Pasalnya, di desa yang sebagian besar wilayahnya merupakan areal persawahan dengan luas 600 Hektar.

Kondisi akses jalan dengan tanah masih labil itu tidak mendukung perekonomian masyarakatnya yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Padahal, Desa Tirtalaga merupakan salah satu lumbung pangan penghasil padi terbesar di Kabupaten Mesuji, dimana dalam per hektar sawah mampu menghasilkan 6 -7 ton gabah kering panen (GKP).

Baca Juga:  Lumbung Sedekah Pangan MRI-ACT Lampung Hadir di Mesuji

Kendati demikian, petani disana masih terkendala akses jalan yang rusak parah, membuat mereka kesulitan dalam mengangkut hasil panen. Disamping harga gabah yang terus merosot hingga angka Rp. 3.500 /Kg dari sebelumnya yang mencapai harga Rp. 4.800 /Kg.

Kepala Desa Tirtalaga, Sikun memaparkan, bahwa kondisi tersebut membuat warga sekitar mengeluh saat panen raya. Petani juga dihadapkan dengan kondisi akses jalan yang rusak sehingga biasanya petani harus merogoh kocek Rp.15000- Rp.25000 per-karung GKP untuk mengangkut hasil panen dari areal sawah ke jalan poros menggunakan kendaraan roda dua.

Baca Juga:  3 DESTINASI WISATA ALAM MESUJI, UNTUK REFRESHING DAN SPOT FOTO YANG KECE ABIS

“Selama ini memang belum tersentuh pembangunan atau mendapat bantuan untuk perbaikan akses jalan usaha tani yang sebagian besar merupakan kewenangan Balai Besar,” paparnya, Kamis (16/06).

Sementara lanjut dia, jika harus ditangani dengan Dana Desa (DD), itu pun tidak memungkinkan, karena situasi Pandemi membuat APBDES banyak terfokus ke Penanganan Covid-19. Selain itu juga pihaknya memprioritaskan untuk penanganan jalan lingkungan.

“Jika ditangani dari anggaran DD tidak mampu untuk menangani jalan itu, apalagi itu juga sebagian besar merupakan kewenangan Balai, disamping itu, kami juga masih terfokus untuk memperbaiki jalan lingkungan yang kondisinya juga rusak parah apalagi saat musim hujan. Mudah-mudahan ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait untuk persoalan petani disini,” tandasnya.
Dilansir: Mihsan

 95 kali dilihat