Antisipasi Banjir Rob, Babinsa Koramil 07/JP Bersama Warga Bergotong Royong Membuat Tanggul Pemecah Ombak

Antisipasi Banjir Rob, Babinsa Koramil 07/JP Bersama Warga Bergotong Royong Membuat Tanggul Pemecah Ombak
ACEH BARAT

Aceh Barat, (LV)
Antisipasi banjir Rob dan mencegah abrasi bibir Pantai, Babinsa Koramil 07/Johan Pahlawan Kodim 0105/Abar Serda Munawar berinisiatif mengajak pihak BPBD dan masyarakat untuk bergotong royong membuat Tanggul darurat secara manual sebagai penahan ataupun pemecah ombak di Pesisir Laut yang berdekatan dengan Desa Ujung Kalak Kecamatan Johan Pahlawan, Sabtu (12/6/2022)

Menurut Serda Munawar, Desa Ujong Kalak ini kerap mengalami banjir Rob mengingat lokasi Pemukimannya memang sangat dekat dengan bibir Laut Samudera Hindia. Untuk menghindari bencana serupa, dirinya mengajak para warga sekitar untuk membuat Tanggul darurat dari Karung yang diisi dengan Pasir yang kemudian disusun secara horizontal dan vertikal sesuai perintah dari Danramil 07/JP Kapten lnf Hendra Saputra.

Baca Juga:  Dampingi Alat Berat, Anggota Satgas (TMMD) Reg Ke-108 Kodim 0105/Aceh Barat Percepat Akses Jalan Tembus

“Kita bersinergi dengan pihak BPBD dan warga dalam hal mencegah banjir Rob dengan upaya membuat Tanggul dan memasang Pagar atau pancang dari Kayu di sepanjang bibir Pantai. Hal ini dilakukan demi menyelamatkan Pemukiman dan Rumah warga dari amukan ganasnya air Laut ketika saat pasang”, terang Serda Munawar.

Ia juga menyampaikan bahwa, kondisi Laut di perairan saat ini cukup ekstrim, gelombang yang tinggi akibat musim angin Barat sehingga masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terutama bagi para Nelayan agar bisa membaca situasi kondisi.

Baca Juga:  Forkopimda Aceh Barat Kendalikan Harga Sembako Melalui Operasi Pasar Murah

“Jika kondisi tidak memungkinkan Kami himbau untuk menunda melaut. Kepada para warga untuk tetap waspada dan berhati-hati bila beraktivitas diseputaran Laut karena kondisi cuaca saat ini tidak menentu ekstrimnya”, imbuhnya

Di lokasi yang berbeda, Danramil 07/JP Kapten lnf Hendra Saputra menekankan kepada para Babinsanya untuk selalu memonitoring wilayah terkait perubahan iklim cuaca yang sulit di tebak, terutama wilayah pesisir yang berdasarkan pemantauan air Laut tengah pasang.

“Pembuatan tanggul sand bag (karung berisi pasir) ini merupakan upaya langkah antisipasi menanggulangi limpasan air Laut (banjir Rob) yang sewaktu – waktu bisa terjadi kapan saja. Harapannya dengan adanya tanggul yang dibuat oleh Babinsa, BPBD dan masyarakat secara bersama – sama ini sedikit banyaknya bisa mengurangi dampak bencana alam”, pungkas Danramil. (*)

 129 kali dilihat