APINDO Lampung Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

BANDAR LAMPUNG

BANDARLAMPUNG, (LV) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung mendukung penuh mobilisasi dan pembumian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI di Bumi Ruwa Jurai.

Diminta tidak diminta, pada prinsipnya, demikian Wakil Ketua IV DPP APINDO Lampung, Adi Susanto menandaskan, "APINDO mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," pada Kamis, 24 Februari 2022, usai turut menghadiri rapat sosialisasi launching Gernas BBI Lampung yang bakal digelar H-1 HUT Lampung 2022.

Dari sekretariatnya, Gedung Darmapala, Jl Pagar Alam 61 Kedaton, Bandarlampung, Adi Susanto menegaskan dukungan penuh pihaknya tersebut, merespons permintaan pemerintah kepada pelaku usaha untuk mensosialisasikan Gernas BBI. Contohnya, "Misal dengan menyematkan logo BBI di setiap kemasan produk yang kita olah terutama produk UMKM-IKM," kata dia.

Sementara itu, dari kantornya, Jl Cut Mutia, Telukbetung Bandarlampung, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung, Elvira Umihanni, pada Jumat (25/2/2022) menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung rencananya akan meluncurkan pembukaan peluncuran Gernas BBI Tahun 2022 bersamaan peringatan HUT Provinsi Lampung, pada 17 Maret 2022.

"Dukung Gernas BBI 2022, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan kami akan memberikan fasilitasi promosi dan pendampingan untuk peningkatan daya saing bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) terpilih, yang mendaftar melalui http://esmartikm.id/," ujar ia.

Nantinya, "akan kami kurasi," ujar Elvira, merujuk linimasa pelaksanaannya pada 5-16 Maret, disusul penetapan dan pengumuman IKM terpilih saat launching Gernas BBI 2022 Tingkat Provinsi Lampung 17-18 Maret 2022.

Kadis hijabers ini menerangkan, Pemprov Lampung berharap, dari peluncuran nanti mampu meningkatkan derajat partisipasi pelaku UMKM-IKM di Lampung memasuki platform digital, meningkatkan jumlah IKM atau UMKM on boarding, pendampingan wirausaha industri, peningkatan volume dan transaksi penjualan di platform digital.

Sebagai salah satu bentuk promosi produk, momen menyasar UMKM-IKM se-Lampung. Kurasi pekan kedua Maret nanti memilih 30 kandidat dan lima artisan nanti akan dipilih menjadi yang terbaik mewakili Lampung dalam pameran internasional," ujarnyi.

Teteup, syarat dan ketentuan berlaku. Bagi UMKM-IKM peminat wajib daftar e-Smart IKM, produk harus unik, punya tim promosi digital, punya Nomor Induk Berusaha (NIB), dan usia pelaku UMKM-IKM tidak lebih dari 50 tahun.

Sebelumnya, Elvira Umihanni pada rapat virtual persiapan peluncuran Gernas BBI 2022 di Ruang Video Conference Lt. I Dinas Kominfo dan Statistik Lampung, 15 Februari 2022 lalu mengatakan even ini juga harus banyak melibatkan komunitas, organisasi dan pelaku UMKM-IKM, pariwisata dan ekonomi kreatif bahkan para selebgram, influencer, dan YouTuber. Serta, diadakan di area terbuka agar masyarakat umum bisa melihat dan beli produk yang dipamerkan. Begawi Festival, rencana tema besar even.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, mengafirmasi, pada Mei-Desember 2021, Gernas BBI telah menghasilkan 9,2 juta unit UMKM yang boarding dan 17,2 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital.

"Permasalahan utama Gernas BBI ini seperti artisan Indonesia (UMKM/IKM) kesulitan mempertahankan kualitas, menciptakan permintaan, serta kendala literasi keuangan dan digital. BBI harus menciptakan nilai (value creation) bagi produsen artisan Indonesia dan konsumen dalam memilih produk berkualitas," lugas dirjen kelahiran Tanjungkarang 1968, Sarjana Pertanian Unila (1990), dan Magister Administrasi Industri dan Perdagangan UI (2003) ini.

Terungkap, tujuan BBI 2022 hingga 2023, antara lain meningkatkan jumlah unit artisan Indonesia (UMKM/IKM) dari 11,7 juta menjadi 30 juta, meningkatkan permintaan produk ekonomi kreatif buatan artisan Indonesia, serta meningkatkan peran aktif pemerintah daerah, top brands dan media massa.

Survei membuktikan, dari 2.970 UMKM di Lampung disasar survei Bank Indonesia tahun 2020, dari 83 persen diantaranya yang terdampak pandemi COVID-19, ada 70 persen dari angka tersebut yang mampu bertahan karena memanfaatkan platform digital dalam pemasaran produknya.

Hidup UMKM-IKM! [red/Muzzamil]