Darmajaya, Apindo, CCEP Indonesia, Bina UMKM Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Darmajaya, Apindo, CCEP Indonesia, Bina UMKM Merdeka Belajar Kampus Merdeka
BANDAR LAMPUNG

BANDARLAMPUNG, (LV) Menyusul tiga seri pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebelumnya, program Bina UMKM Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2022 Batch 4 taja bareng PT Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, dan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, kini memasuki seri keempat.

Kolaborasi pendampingan pelaku UMKM ini, minimal yang telah memenuhi syarat formal "pasal satu": harus sudah menjadi anggota UMKM-IKM Apindo Lampung ini antara lain meliputi pelatihan kewirausahaan, strategi pemasaran digital, pembangunan kapasitas dan manajemen usaha, dan ada banyak lagi benefit mengasyikkan lainnya.

Tak tanggung-tanggung, taja tematik ini dikomandani langsung oleh profesional korporat, Western Indonesia Corporate Area Regional Manager (CARM) PT CCEP Indonesia Yayan Sopian, berkebetulan juga Ketua Bidang UMKM-IKM Apindo Lampung, mendampingi ketuanya Ary Meizari Alfian.

"Memasuki seri keempat ini kami mengupas hasil pendampingan (monthly review) para mahasiswa IIB Darmajaya yang lakukan pemagangan kerja di UMKM binaan Apindo Lampung," ujar mentor, business coach, pengusaha kuliner olahan kopi berjenama Kopi Bubuk Lampung, founder datangin.id, dan Ketua Subbidang Diklat Bidang UMKM-IKM Apindo Lampung, Edi Darmawansah.

Berapa UMKM, didampingi? "Seri keempat ini ada empat, Kahut Sigerbori, Pempek Uly, Alyn Tapis, dan House Tapis Citra," jelas Edi, mendampingi Yayan Sopian, pagi sebelum agenda penilaian dewan juri dihelat pada Rabu (31/8/2022) siang.

Adapun, presentasi dan penilaian juri atas hasil pendampingan kelompok mahasiswa Darmajaya, berlangsung di Rumah Inovasi dan Kreasi UMKM-IKM Apindo Lampung, Jl Sultan Agung 83 (Jalur Dua), Sepangjaya, Labuhanratu, Bandarlampung, yang juga diramaikan RIK's Cafe & Resto. Penjual, ya UMKM kuliner Apindo Lampung juga.

Sekadar reviu, Bina UMKM MBKM Batch 1, dua bulan, April-Mei lalu, dua kelompok. Yakni Bima Juananda, Erik Apriyadi, Febi Anggraini, Fransiskus Hari Susanto, grup pendamping UMKM wastra Batik Asyaffa. Agustinus Sinaga, Catherine Mela Eka Pebriani, Fadly Dwi Kurniawan, Rahmatuloh Ramadhoni, pendamping UMKM Kopi 49.

Batch 3, Juni-Juli, peserta masing-masing 10 UMKM terpilih hasil seleksi dan kelompok mahasiswa IIB Darmajaya pendamping.

"Kuotanya 120 mahasiswa dan terdapat 20 UMKM anggota Apindo Lampung yang akan didampingi,” afirmasi Rektor IIB Darmajaya Dr Ir Firmansyah Yunialfi Alfian MBA MSc, pada sosialisasi program magang kerja ini, di kampusnya, 21 Maret 2022 lalu.

Yayan Sopian, lewat keterangan persnya 27 Juli 2022 menyambut baik kolaborasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM/IKM artisan yang disinergikan dengan peran anak muda (mahasiswa, red) dalam program MBKM.

"Disini para peserta mahasiswa dan UMKM/IKM bener-bener belajar banyak terkait inovasi, kreatifitas mereka. Mau mencoba, berani gagal dan bangkit lagi untuk sukses, sehingga mereka dapat menghasilkan terobosan dan ide-ide baru dalam hal produk, kemasan, distribusi, promosi, penjualan dan bahkan mereka dapat mengantarkan UMKM lakukan transformasi dalam memasuki ekosistem pasar digital," demikian Kang Yayan, sapaannya.

"Ehem-ehem"-nya, praktik baik taja bareng yang terakhir dielaborasi pembiakan proses eksekusinya untuk dipercepat diperluas, ini, dengan mobilisasi kerja sama tematik DPP Apindo Lampung dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Lampung, turut dilirik salah satu kementerian yang menilai secara daya cengkeram platform pascamagang belum ada sebelumnya. [red/Muzzamil]