Ini Kronologi Penusukan Syekh Ali Jaber di Bandarlampung

Salah satu momen kebersamaan Kebersamaan Syekh Ali Jaber, dan Hasan, putra pertamanya. Mubaligh kondang Tanah Air ini mengalami insiden ditusuk pria tak dikenal saat tengah ceramah di Bandarlampung, Minggu (13/9/2020) petang. Instagram | @syekh.alijaber
BANDAR LAMPUNG PROFIL & SOSOK

Bandar Lampung, (LV) — Tak satu orang pun mengira, kejadian memilukan dan nyaris menghilangkan nyawa orang lain ini bakal terjadi. Di keramaian, di momen suci, mensyiarkan ajaran Ilahi.

Mubaligh kondang, Syekh Ali Jaber, mengalami insiden penusukan oleh orang tak dikenal, saat berceramah di Kota Bandarlampung, pada Minggu (13/9/2020) petang.

Tepatnya, di kompleks halaman Masjid Falahuddin, Jl Tamin 45, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Insiden ini terjadi sekira pukul 17.20 Waktu Indonesia Barat.

Di situ, Syekh Ali memenuhi undangan bertausyiah Tahun Baru Islam 1442 H sekaligus menyaksikan Wisuda Tahfizh Perdana Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Rumah Tahfidz Falahuddin Tahun Ajaran 2019-2020.

Dibawah pandu protokol kesehatan, kegiatan keagamaan itu disesaki oleh para jamaah masjid, rerata wali santri dan tokoh masyarakat setempat. Plus, para santriwan-santriwati TPQ masjid asri dirian tahun 1985 dan tuntas pugar gedung 2010-2012 tersebut.

Peristiwa itu terjadi, 10 menit setelah acara berlangsung. Bermula tepat saat Syekh Ali yang saat itu berada duduk di tengah panggung, di kursi berikut meja penceramah, tengah membersamai salah satu santriwati calon wisudawan yang sedang melantunkan ayat suci Alquran.

Beberapa saat sebelum insiden, Syekh Ali Jaber tampak mengoreksi bacaan lafaz si santri. Tak lama, santriwati lain dari sisi kiri panggung menghampiri. Ia membantu santri tersebut hingga tepat lafaz. Suasana masih gayeng.

Syekh Ali, yang beberapa kali tampak membetulkan sorban dikenakannya, sempat melontarkan candaan, disusul geer jamaah hadirin.

Tak disangka, sejurus dari arah kanan panggung, seorang pemuda tidak dikenal sekonyong-konyong secepat kilat merangsek ke arah panggung. Dia mengincar Syekh.

Sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau digenggamnya. Seperti beredar deras di jejaring media sosial hingga berita ini naik siar, pemuda berkaus ungu yang belakangan disebut-sebut bernama Alfin itu, entah setan mana di kepalanya, Syekh Ali lalu ditusuknya!

Baca Juga:  Herman HN Akan Bangun Jembatan Baru Pulau Pasaran

Beruntung, Syekh Ali yang tampak kuat sadar atas gelagat tidak baik pelaku, seketika itu pun refleks berdiri. Syekh bergerak menghindar. Namun, tusukan itu mengenai bahu lengan kanannya. Darah mengucur. Jamaah histeris.

Beruntung pula, seorang pemuda, belum diketahui identitasnya, sigap menyergap pelaku penusukan yang entah darimana datangnya itu.

Ia membekap, disusul puluhan jamaah pria kontan bergegas tanpa komando, menolong meringkus. Pelaku berhasil diamankan, dan beberapa menit jadi bulan-bulanan amukan massa.

Suasana tak lama kemudian hingga menjelang maghrib, segera terkendali. Oleh panitia acara, Syekh Ali, segera dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Rawat Inap Gedong Air, Tanjungkarang Barat. Dia tampak syok.

Pada area luka bahunya, ada bekas jahitan. Setelah dirawat, dia langsung diamankan panitia, dibawa kembali ke salah satu hotel.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, dalam acara Breaking News tvOne, Minggu malam, menyebut serangan pisau pelaku saat kejadian sungguh kuat menyasar leher dan perut Syekh Ali. Pisau itu kabarnya sampai patah.

Menariknya, Syekh Ali diketahui justru masih sempat ikut berupaya sebisa mungkin mengamankan pelaku dari amukan massa. Puji Tuhan, sungguh pemandangan tak biasa.

Sekadar informasi, ini hari kedua dia berada di Lampung. Sesuai rundown, Minggu dini hari dia mengisi tausyiah kajian Subuh di Masjid Al Hikmah, Jl Pagar Alam Nomor 4 (Gang PU), Kedaton, Bandarlampung.

Pada Sabtu (12/9/2020) kemarin, dia berkesempatan berceramah di acara Majelis Ilmu Bersama Kampung Qur’an Al Fushha, di Islamic Center Kabupaten Pesawaran, Jl Raya Gedong Tataan.

Acara bertema “Membangun Keluarga Qur’ani, Menuju Lampung Bebas Buta Al-Qur’an 2025″ itu, digelar oleh majelis ilmu yang berbasis di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan itu.

Baca Juga:  Tingkatkan kemitraan Bank Mandiri Menggelar Silaturahmi Dengan Pers Media Online Lampung

Syekh Ali, didampingi Syekh Mahmud Al Banna, disambut hangat oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kaligis.

Publik Lampung mengecam keras insiden. Tak sedikit mengutuknya. Publik berharap, pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa geger ini.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Bandarlampung, yang juga ketua yayasan/pengasuh Ponpes Yatim Piatu dan Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, KH Ismail Zulkarnaen, salah satunya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandarlampung, istri Walikota Bandarlampung Herman HN, yang juga Ketua Dewan Pembina Majelis Taklim Rahmat Hidayat (MTRH) Lampung, Eva Dwiana, juga terpantau membezuk Syekh Ali, ulama panutannya itu.

Dari Jakarta, aktivis gerakan 1998 asal Lampung Ricky HS Tamba, turut larut menyampaikan keprihatinannya.

“Turut berduka, prihatin sedalamnya atas peristiwa penusukan Ustadz Syekh Ali Jaber di Provinsi Lampung Sai Bumi Ruwa Jurai tercinta,” bunyi pesan singkatnya, Minggu malam.

Mantan Sekjen PP Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK) kurun 2000-2005 ini berharap kasus ini diusut tuntas.

“Semoga aparat Polri dapat mengusut tuntas dan ke depan masyarakat menjaga harmonisasi kehidupan beribadah beragama sesuai dengan amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945,” harap alumnus FH Unila itu.

Diketahui, pelaku berikut barang bukti sebilah pisau telah diamankan di Mapolsek Tanjungkarang Barat, Jl Bung Tomo 8, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, sesaat usai diringkus.

Polisi bergerak cepat menyelidiki. Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP David Jackson mengkonfirmasi bahwa pelaku sudah ditahan petugas, setelah sesusai diamankan oleh para jamaah.

“(Pelaku) sudah diamankan,” kata David, seperti dikutip dari Republika, menolak menyebut dini motif pelaku.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, terungkap identitas pelaku. Berusia 24 tahun, pelaku kelahiran 1 April 1996 itu bernama Alfin Andrian.

Baca Juga:  Penegasan Pupuk Indonesia, Petani Harus Terdaftar e-RDKK untuk Dapat Pupuk Bersubsidi, PBL : Lampung Monitor!

M Rudi (46 tahun), ayah pelaku, warga Jl Tamin, Gang Kemiri, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, 30 menit usai peristiwa dihadirkan ke lokasi oleh aparat Polsek setempat untuk turut mengamankan putranya dari amukan massa.

Menurut keterangan Rudi, pelaku yang masih tinggal bersamanya tersebut, “sudah empat tahun ini mengalami ganguan kejiwaan.”

Selain pelaku, polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi mata. Diantaranya, Khadafi (37) dan Nazir (27), keduanya warga Jl Tamin, Gang Padang Ratu, Sukajawa, Tanjungkarang Barat. Lalu, Syamsudin (45), warga Jl Tamin, Gang Sumur Santri, Sukajawa, Tanjungkarang Barat.

Perkembangan terakhir pada Minggu malam, Syekh Ali Jaber telah kembali melanjutkan roadshow tausyiahnya, dengan mengisi acara senada gelaran Majelis Taklim Masjid Baiturrohim, Perum Korpri, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung.

Syekh Ali Jaber (44), adalah dai tenar kelahiran Kota Madinah, Saudi Arabia, pada 3 Februari 1976, yang kini telah resmi berstatus WNI. Ayah dua putra, Hasan dan Fahad dari buah cintanya bersama Umi Nadia, sang istri yang dia nikahi pada 2008 itu, bernama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber.

Memiliki empat saudara kandung, yakni Muhammad Saleh Jaber, Ahmad Jaber, Anas Jaber, dan Husain Jaber, Syech Ali Jaber juga dikenal dengan buku karyanya, Cahaya dari Madinah. [red/Muzzamil]

 4,270 kali dilihat,  9 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *