Jainem (74) Menanti Harapan di Rumah reyot

HOME

[sz-ytvideo url=”https://www.youtube.com/watch?v=xUH2QtDCYj4″ theme=”light” cover=”youtube” start=”1″ end=”1″ responsive=”y” autoplay=”n” loop=”n” fullscreen=”y” disablekeyboard=”n” disableiframe=”y” disablerelated=”n” delayed=”n” schemaorg=”y” /]

Lampungvisual.com-Nenek Renta Jainem (74) Penderita Penyakit Katarak, Hidup Sebatang Kara, Luput dari perhatian pemerintah. Warga Desa Kampung Karta Rk 09, Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat,  Provinsi Lampung Kamis (25/01/2017).

Jainem duduk termenung menanti harapan dirumah reyot terbuat dari anyaman bambu,  yang bolong-bolong dari berbagai sisi. Atap genting sudah mulai berjatuhan di samping dan belakang. Rumah berukuran 4 meter x 5 meter itu dihuni sendirian setelah suaminya, meninggal  Dunia. Rumah tinggal tanpa sekat di dalamnya, Tidak ada peralatan rumah tangga. Hanya ada tempat tidur yang terbuat dari bambu beralaskan tikar daun. Peralatan masak pun juga tidak ada. Diusia renta hidup sebatang kara Jainem, yang sudah tidak berdaya hanya berharap belas kasihan tetangga seperti kebutuhan makan, itu pun sehari-harinya dibantu tetangga sekitar,  kondisi fisik Jainem yang sudah renta karna faktor usia tidak bisa melihat lg akibat penyakit katarak yang di deritanya,  seakan luput dari perhatian pemerintah dearah.Darsiah Ibu Rumah tangga salah satu tetangga Jainem Mengatakan,  Manusia tidak bisa hidup sendiri, mereka hidup saling membutuhkan dan tolong menolong. Siapa saja yang harus kita tolong? Kita harus menolong semua orang yang membutuhkan. Menolong seseorang merupakan suatu hal mulia yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Sikap saling tolong menolong yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang dapat membuat semua orang hidup rukun dan tidak saling mencela, meskipun orang itu bukan saudaranya, ” Dengan sukarela kami warga sekitar sebagai tetangga, bergantian merawat dan memberi makan  Mbah Jainem, ya, siapa lagi kalau bukan kita.” Ukap Darsiah.

Baca Juga:  Alex Noerdin Serahkan KWH Gratis dan Resmikan Taman 1000 Gapura Sungai Lilin

Memang belum lama ini dinas sosial  dari kabupaten barsama Camat pernah turun kesini melihat lansung kondisi Mbah Jainem, dan membirikan batuan makanan ringan,” Katanya pemerintah akan membiri bantuan dan jaminan kesehatan, tapi samapi saat ini tidak ada, Buktinya BPJS atua Bantuan sosial maupun kesehatan tidak ada.” Rumah ini aja hasil masyarat gotong royong.” Tambanya.

Ditempat yang sama, Joko ketua Rt Desa setempat. mengatakan ikut perihatin dengan kehidupan nenek Jainem, yang sudah tua dan renta tidak memiliki sanak saudara, dia berharap agar pemerintah dan wakil rakyat, Kabupaten Tulang Barat, bisa mengulurkan tangan untuk meringankan hidup Jainem. (Zainal.MZ.)

 618 kali dilihat

Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.