Kesenian Rudat “Singgem Ragem” Masih Bertahan Di Marga Anak Tuha

LAMPUNG TENGAHRAGAM BUDAYA

Lampung Tengah, Lampung Visual.com- Kesenian Rudat adalah sejenis kesenian tradisional yang semula tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren. Seni rudat merupakan seni gerak dan vokal yang diiringi tabuhan ritmis dari waditra sejenis terbang (rebana). Syair-syair yang terkandung dalam nyanyiannya bernafaskan kegamaan, yaitu puja-puji yang mengagungkan Allah dan Shalawat Rosul. Tujuannya adalah untuk menebalkan iman masyarakat terhadap agama Islam dan kebesaran Allah. Sehingga manusia bisa berakhlak tinggi berlandasan agama Islam dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, seni rudat adalah paduan seni gerak dan vokal yang di iringi musik terbangan  yang biasa ditampilkan dalam acara arak-arakan prosesi khitanan adat Lampung. Sambil menari, rombongan rudat melantunkan syair-syair kalam ilahi yang  diiringi tabuhan rebana.

Baca Juga:  Produksi 30,858,10 Ton, Mustafa Proyeksikan Lampung Tengah Lumbung Ikan Air Tawar

Budaya rudat salah satu budaya asli masyarakat  Lampung  khususnya  Pepadun Marga Anak Tuha sampai saat ini masih eksism seperti group Rudat  Singgem Ragem Kampung Negara Aji Baru Kecamatan Anak Tuha  yang tetap mempertahankan eksistensinya dan tetap lestari ditangan kreatif tokoh kesenian Kampung setempat.

Hal ini disampaikan oleh ketua Rudat bapak Ismail saat latihan group tersebut kepada Camat Anak Tuha Fathul Arifin, S. IP., MM. saat melihat langsung latihan rudat di Kampung Setempat Senin Malam (18/4/17).

Baca Juga:  Tekab 308 Polres Lampung Tengah Gulung Pengedar Narkoba

“Alhamdulillah menurut beliau, kepedulian bapak Bupati Lampung Tengah untuk melestarikan seni tradisional tersebut sangat tinggi,”Jelas Ismail.

Ditengah kemajuan zaman Rudat adalah salah satu tradisi seni budaya Lampung Tengah khusus Lampung Abung, ismail berharap dengan kepedulian Mustafa dapat menghiasi suasana ragam budaya tradisional khas Lampung Tenga kedepan.

“Kami berterima kasih atas bentuk perhatian beliau dengan membantu sarana dan prasarana termasuk seragam rombongan rudat,” tutur Ismail.

Camat Anak Tuha Fathul Arifin berharap kepada kawula muda Kampung  Negara Aji Tuha agar tetap melestarikan kesenian Rudat, ” ini adalah salah satu warisan para pendahulu kita yang harus kita jaga dan di wariskan kepada generasi penerus kita,”tutup Fathul Arifin. (Iswan)

 1,378 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.