Ketua TP- PKK Way Kanan Gerakan Tanam Cabai Masal

WAY KANAN

Lampungvisual.com-Kabupaten Way Kanan, yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan menjadi kabupaten pertama di Provinsi Lampung yang melakukan penanaman cabai secara massal di Kampung Bumi Rejo kecamatan Baradatu, Selasa (14/3).

Penanaman cabai secara masal tersebut guna menanggulangi kelangkaan cabai yang terjadi belakangan ini. Sehingga diharapkan, selain dapat memenuhi kebutuhan cabai di bumi ramik ragom, cabai hasil petani Way Kanan juga dapat dijual keliar daerah.

Ketua TP PKK Way Kanan, Hj. Dessy Afriyanti Adipati, selaku pelaksana pencanangan Gerakan Tanam Cabai di Way Kanan, menyatakan bahwa untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga, mengembangkan ekonomi produktif dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat, salah satu metode yang paling sederhana yang dapat kita lakukan adalah memanfaatkan lahan pekarangan agar dapat produktif khususnya untuk ditanam berbagai komoditi sayuran salah satunya adalah tanaman cabai yang sangat penting, dan merupakan kebutuhan rumah tangga yang hampir selalu dikonsumsi setiap hari. “Mengapa Cabai, karena untuk menanam cabai ini tidak perlu lahan yang luas, dan tidak juga perlu peralatan yang susah kita dapatkan, sementara cabai adalah salah satu menu utama seluruh masyarakat dalam kehidupannya sehari hari, tanpa cabai rasanya makan kita tidak akan sempurna, oleh karena itu kita lakukan pencanangan penanaman cabai ini sekaligus kita berikan bantuan bibit tanaman cabai pada masyarakat, dengan harapan  nantinya hal ini akan semakin menguatkan dukungan kepada pemerintah yang telah berkomitmen memanfaatkan lahan pekarangan untuk mencapai kemandirian pangan di tingkat rumah tangga,” ujar Dessy Afriyanti.

Baca Juga:  Dinkes Way Kanan Gencar Vaksinasi Covid-19 Door to Door

Bupati Way Kanan sangat mendukung program tersebut,karena menurutnya Kabupaten Way Kanan memiliki lahan yang  menyimpan berbagai potensi, diantaranya lahan yang sangat subur, “Way Kanan ini punya banyak potensi, akan tetapi kita masih belum dapat memenuhi kebutuhan hidup kita sehari hari, karena belum mampu memaksimalkan  potensi itu, untuk itulah hari ini, kita melakukan pencanangan penanaman cabai, karena walaupun agak terdengar sepele, namun saat harga cabai melambung tinggi, maka perekonomian kitapun akan sedikit terguncang, selain diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sendiri, kedepan diharapkan cabai ini dapat menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat Way Kanan,” ujar Bupati Way Kanan Hi. Raden Adipati Surya SH, MM, disela-sela pelaksanaan pencanangan menanam cabai.

Baca Juga:  DPD KNPI Way Kanan dan Puskesmas Negeri Baru gelar Baksos Dan senam meriahkan HKN ke 54

Terpisah Ir. Maulana, M.AP, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Way Kanan menerangkan bahwa gerakan tanam cabai yang terselenggara hari ini merupakan program dari TP PKK kabupaten dan bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, yang dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan pola pikir dan pola kerja dari wanita tani, meningkatkan usaha tani, serta menumbuhkan dan menguatkan kelembagaan petani agar dapat maju dan berdaya saing.“Melalui kegiatan ini, kita harapkan dapat dijadikan momentum bagi penyuluh pertanian lapangan, ibu-ibu penggerak PKK dan anggota kelompok wanita tani,  untuk mensosialisasikan percontohan tanaman cabai ini kepada masyarakat,” tegas Maulana.

Baca Juga:  Seminggu 4 Warga Kampung Suma Mukti meninggal Akibat Covid-19, Way Kanan Lockdown

Sementra Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian Indonesia, Spudnik Sojono, menyatakan Pemerintah, mendukung penuh program TP PKK Way Kanan tersebut, karena cabai sudah menjadi kebutuhan yang hampir sama dengan kebutuhan pokok lain di Indonesia, dimana ketika harga cabai meiningkat tajam akibat kelangkaan di pasaran mau tidak mau hal itu akan mengganggu perekonomian Indonesia secara nasional.“Program ini sangat baik sekali, dan keberhasilannya, berarti telah membantu pemerintah dalam menstabilkan ekonomi, untuk itu hendaknya bukan hanya  gerakan seremoni, namun ditindak lanjuti dengan pembinaan secara kontinyu, sehingga tidak menjadi suatu kesia-siaan,” tegas Spudnik. (Lusia)

 604 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.