M. Mughofir menegaskan tidak perlu ikut berdemo

NASIONAL

Lampungvisual.com-Terkait demo Besar-besaan yang akan di gelar Jumat (4/11/2016) oleh Front pembela islam (FPI) dan umat islam lainnya yang tergabung dalam berbagai Ormas di jakarta untuk menuntut Ahok atas dugaan penistaan Agama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Utara, menegaskan tidak perlu ikut-ikutan berdemo ke Jakarata.  Selasa (08/11/16).

Ketua MUI Lampung Utara, M. Mughofir saat ditemui media di ruang kerjannya mengatakan melalui perwakilan MUI di Masing-masing Kecamatan supaya tetap menjaga kerukunan bersama, baik itu interen kerukunan umat beragama dan antar umat agama yang lain dengan pemerintah biar keadaan di Lampung Utara kondusif.

Baca Juga:  Danramil Batangan, Tanamkan Jiwa Nasionalis Pelajar Dengan Upacara Bendera

Sebelumnya pada rabu (2/11) Mughofir bersama FKUB Lampung Utara sudah menghimbau dalam meyikapi suasan pidato Gubernur DKI Ahok di Kepulauan Seribu, agar masyarakat dan organisasi keagamaan tidak usah ikut-ikutan demo ke Jakarata. Percayakan saja dengan pemerintah karena sudah ada utusan yang bergulir kepada penegak hukum untuk memprosesnya.

Mughofir menambahkan dalam aksi demo kemarin di Jakarta, saya melihat dari awal hingga batas waktu yang ditentukan pukul 6 sore, cukup kondusif bahkan tidak terlihat ada tindakan yang anarkis. Justru setelah pukul 6 sore baru ada tindakan anarkis, malah yang melakukannya bukan dari kelompok pendemo, kelihatan dari pakainnya saja berbeda, itu pasti oknum tidak bertanggung jawab sengaja memperkeruh suasana, ditambah pendemo sudah capek semakin mudah disulut emosinya.

Baca Juga:  Sambangi KPU, Pengurus Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Sigi Peluang Pemilu 2024

“Oleh karenanya saya himbau kembali untuk masyarakat muslim khususnya di Kabupaten Lampung Utara, jangan mudah terpancing emosinya melihat kejadian di Jakarta kemarin, tetap jaga kondusifitas di tempat kita”, tegas Ketua MUI Lampung Utara, H. Mughofir.(Catur)

 559 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.