Menyambut Hari Raya Nyepi Warga Banjit menggelar ritual

WAY KANAN

Way Kanan, Lampungvisual.com-Menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1939, yang jatuh pada tanggal 28/3/2017 mendatang umat Hindu Bali yang bermukin di Kecamatan Banjit menggelar ritual Acara Melasti. Upacara Melasti Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan mulai sabtu (25/3) bertempat di segara way neki di Kampung Bali Sadar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten way kanan.

Acara ini di hadiri oleh Bupati Waykanan Raden Adipati Surya,Ketua DPRD Nikman Karim, Dandim 0427 Letkol Inf Uchi Cambayong dan kapolres Waykanan AKBP Yudi Chandra Erliyanto. Raden Adipati Surya dalam sambutannya mengatakan, sangat antusias atas acara tersebut.”saya sangat gembira sekali karena acara sangat meriah dan semarak sekali ribuan manusia berpakaian putih membanjiri upacara Melasti ini merupakan rangkaian acara umat Hindu dalam merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1939, yang dilakukan oleh umat Hindu se-Way Kanan.”  Katanya.

Baca Juga:  Sekdakab Way Kanan pimpin rapat persiapan HUT ke-19

Adipati melanjutkan, atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1939 kepada seluruh warga masyarakat hindu Bali.

Dipaparkan oleh orang nomor satu di Waykanan tersebut bahwa kabupaten way kanan yang berjuluk bumi ramik ragom ini bermacam-macam umat beragam betapa tinggi toleransi, kepekaan sosial dan sikap saling hormat menghormati diantara umat beragama.” Kerukunan hidup umat beragama yang tulus ini tidak saja menjadi contoh praktek pluralisme yang baik namun juga dipercaya menjadi pilar harmonisasi kehidupan masyarakat, menjadi modal semangat untuk membangun dan mensejahterakan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat waykanan.”Terangnya.

Baca Juga:  Dua orang positif Corona Dari Way Kanan dinyatakan sembuh

Ditempat yang sama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Waykanan I Wayan Lamek menjelaskan, pada hari suci nyepi ini  ada empat rangkaian upacara yang dilaksanakan. Meliputi  melasti, tawur kesanga dan pengerupuk, nyepi dan ngembak geni.

Upacara melasti memiliki makna membersihkan bhuana alit dan bhuana agung terutama alat-alat upacara dan ida bhatara pretima, yang dilaksanakan di segara sekaligus mendak tirta amerta. Dari melasti pretima akan melinggih di bale agung.

Setelah upacara melasti, dilanjutkan tawur agung di catus pata yang bermakna membersihkan jagat bhuana alit dan bhuana agung. Puncak dari rangkaian upacara ini adalah nyepi, yang bermakna melaksanakan tapa berata semadi dengan catur berata penyepian yakni amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan. Pelaksanaan nyepi dimulai pukul 06.00 sampai pukul 06.00 hari berikutnya. “Terakhir adalah rangkaian ngembak geni dengan melaksanakan dharma shanti dan silahturahmi kepada sesama umat dan umat lainnya.” terangnya.(M.Fikri)

 464 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.