Pimpin Rapat Hilirisasi Ekonomi Digital, Presiden Instruksikan Percepatan Digitalisasi UMKM

Pimpin Rapat Hilirisasi Ekonomi Digital, Presiden Instruksikan Percepatan Digitalisasi UMKM
Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital), Kamis (10/06/2021) sore. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
JAKARTA

Jakarta, visual.com-
Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Untuk itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ginstruksikan jajarannya untuk mempercepat upaya untuk dorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan engah (UMKM) untuk masuk ke ekosistem digital.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Rapat Terbatas genai Hilirisasi Ekonomi Digital, Kamis (10/06/2021) sore, di Istana Merdeka, Jakarta.

BACA JUGA:  Inilah Lima Prioritas Utama Kebijakan Fiskal Tahun 2022

“Pak Presiden tadi memang minta ada percepatan digitalisasi UMKM. Tadi sudah disepakati karena ini lintas sektoral, akan dibentuk PMO, semacam manaje profesional yang akan goordinasikan proses digitalisasi,” ujar teri Koperasi dan Usaha Kecil dan engah (kop ) Teten Masduki dalam keterangan persnya usai gikuti Rapat Terbatas. Seperti dilansir Sekretariat Kabinet via email:[email protected] Jum’at (11/06/2021).

Pada tahun 2024 pemerintah argetkan 30 juta pelaku UMKM dapat masuk ke dalam ekosistem digital. Untuk capai target tersebut, ujar Teten, Presiden Jokowi meminta jajaran terkait untuk erapkan strategi yang proaktif untuk dorong pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital.

BACA JUGA:  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442H Jatuh Pada Kamis, 13 Mei 2021

“Pak Presiden tadi sudah arahkan, karena waktu tinggal tiga tahun, harus ada strategi yang proaktif, jemput bola untuk melakukan pendampingan, kurasi produk, sampai ke SDM-nya supaya pembiayaan sampai mereka bisa di onboarding di e-commerce,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) per Mei 2021, jumlah pelaku UMKM yang sudah onl-boarding baru sebanyak 13,7 juta pelaku atau sekitar 21 persen dari total UMKM yang ada di Tanah Air. (DND/UN)

 35 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

INDEKS BERITA

Tagged