Resmikan Komunitas Polisi Siber, Kapolda Ingatkan NKRI Harga Mati

BANDAR LAMPUNG

Lampungvisual.com, Lampung-NKRI versus Negara Khilafah dijelaskan Kapolda Lampung Irjend Pol Drs. Sudjarno dalam tatap muka langsung dengan para mahasiswa saat meresmikan Cyber Police Community (CPC) dan Rakernis Bidang Teknologi Informasi Kepolisian Polda Lampung 2017.

“Indonesia dibentuk berdasarkan perbedaan. Dari suku, agama, ras, budaya dan sebagainya. Kalau khilafah dan syariat agama diberlakukan di Indonesia, sudah dipastikan Papua akan memisahkan diri. Bali akan melepaskan diri. Kalau sudah begitu artinya Indonesia hancur terpecah”, kata Sudjarno.

Menjelaskan paham intoleran yang berusaha eksis tersebut kepada ratusan mahasiswa perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Bandar Lampung di Graha Wiyono Siregar Mapolda Lampung, Rabu 3 Mei 2017.

Baca Juga:  Ditreskrimum Polda Lampung amankan pelaku mafia tanah, berhasil tipu korbannya hingga milyaran rupiah

Sudjarno menceritakan pengalaman pribadi pada 1994 – 1995 bertugas mengurus pengungsi muslim di Bosnia. Negara kecil pecahan Yugoslavia yang menderita akibat perang saudara. Ras, bahasa dan agama yang sama justru tidak bisa menjadi perekat. Mesir, Libya, Irak dan Suriah contoh lain. Menjadi negara hebat pada beberapa dekade lalu yang hancur karena perang saudara.

“Kita mau seperti itu ? Indonesia dari dulu sampai sekarang sudah dikenal sangat kaya, sangat indah. Tapi belum tahu sepuluh tahun mendatang. Tidak hati-hati negara kita bisa menyusul seperti Mesir, Irak dan Suriah tadi. Negara-negara itu tidak punya pemersatu. Kita malah punya empat. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI”, tanya Sudjarno yang langsung dijawab koor tidak oleh para mahasiswa.

Baca Juga:  Miliki Kinerja Terbaik Ketiga Nasional, Polda Lampung Raih Penghargaan Dari Kapolri

Salah satu cara memecah belah adalah lewat hoax. Mahasiswa dengan intelektualitasnya diharapkan bisa menjadi penawar hoax yang banyak bertebaran di media sosial. Atau minimal digenerasi mereka sendiri bisa terdidik untuk bijak dalam berinternet.

Kedepan perkembangan di Jakarta masih berpengaruh ke Lampung. Infonya akan ada aksi 55 dan 95. Apapun nama aksinya, tetap waspada ditunggangi apapun yang hendak mengganti pilar bangsa dan NKRI harga mati. (Foto: Ist/ Humas Polda/ LV)

 769 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.