SMPN 2 Abung Timur Minim Siswa Bangunan Rusak

Featured Video Play Icon
VIDEO

Lampung Utara, (LV)
Jika sekolah lain ramai murid. Lain ceritanya dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Abung Timur di Desa Papan Rejo Kabupaten Lampung Utara. Di sekolah Negeri ini kondisi setiap hari selalu nampak sepi. bukan karena sekolah tidak dibuka melainkan karena jumlah siswanya yang memang sedikit, yakni hanya dua puluh orang.

Ada 6 lokal kelas yang disediakan,tetapi hanya ada dua ruang kelas yang berisikan murid, yakni ruang kelas tujuh dan delapan, sementara empat lokal lainnya kosong. Dan anehnya lagi sekolah ini tidak memiliki satupun murid kelas sembilan.

Baca Juga:  Sertijab Camat Muara Sungkai Darmin Resmi Mengemban amanah

Dari total jumlah murid yang ada saat ini di kelas tujuh hanya ada 12 murid saja sedangkan 8 murid lainnya duduk di bangku kelas delapan.

Guru SMPN 2 Abung Timur mengaku hal tak lazim itu terjadi disebabkan karena hampir selama dua tahun.

Sepinya calon murid yang mendaftar bukan baru pertama kalinya terjadi, jika mau sejenak menoleh ke belakang Sekolah Negeri 2 ini sempat akan ditutup karena selama dua tahun tidak ada murid seorangpun.

Beruntung pada pelaksanaan ppdb tahun ajaran 2021-2022 dan 2022-2023 sekolah memperoleh murid sehingga sekolah bisa keluar dari kata gulung tikar alias tutup total.

Baca Juga:  Tidak ada Papan Informasi, Proyek Pembangunan Gorong-gorong Mulai Dikerjakan

Meski tak banyak teman belajar namun kedua puluh murid mengaku tetap bersemangat serta tetap rajin berangkat sekolah.Mereka pun berharap gedung sekolah yang sudah hancur dapat segera direnovasi seperti yang diutarakan Angga Saputra dan Rohani siswa-siswi SMPN 02 Abung Timur.

Plt Kepala SMPN 2 Abung Timur, mengaku kurangnya minat warga menyekolahkan anaknya disebabkan banyak sarana prasarana serta fasilitas gedung yang rusak, seperti ruang perpustakaan, laboratorium dan toilet, serta banyak nya lembaga pendidikan swasta di kecamatan Abung Timur.

Baca Juga:  Sejumlah Penggiat Media Mendatangi Polres Way Kanan

Darwati, mengaku di awal tahun menjabat dirinya pernah menyerahkan sertifikat tanah kepemilikan sekolah ke pihak dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Lampung Utara, dengan harapan dapat memperoleh bantuan,namun sayangnya hingga kini belum juga terealisasi.

Tak banyak harapan yang diinginkan sang kepala sekolah untuk memajukan pendidikan.dirinya hanya meminta sekolah tersebut dapat segera diperbaiki, sehingga bisa layak digunakan untuk belajar.

Sementara Asep Supriyadi mantan Plt Kepala Sekolah mengatakan kelulusan siswa terakhir terjadi pada tahun ajaran 2020-2021. Itupun diperkirakan hanya berjumlah 26 siswa. (Andre)

 696 kali dilihat