Stok Vaksin Kembali Bertambah, Airlangga: Sukseskan Vaksinasi dan Patuhi Protokol Kesehatan

Stok Vaksin Kembali Bertambah, Airlangga: Sukseskan Vaksinasi dan Patuhi Protokol Kesehatan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menkominfo Johnny G. Plate dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (25/05/2021). (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
JAWA BARAT

Tangerang, Banten, visual.com-
Pemerintah selalu memastikan faktor keamanan, kualitas, dan efikasi vaksin COVID-19 yang digunakan di Tanah Air sehingga tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat untuk gikuti program vaksinasi.

Demikian disampaikan ko Perekonomian Airlangga Hartarto saat yaksikan kedatangan 8 juta bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (25/05/2021).

“Vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM yang sudah dapatkan pertimbangan dari para ahli dari ITAGI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” ujar ko. Seperti dilansir Sekretariat Kabinet via email:[email protected] (26/5/2021).

Disebutkan ko, vaksinasi adalah salah satu langkah krusial yang entukan kesuksesan untuk gakhiri COVID-19 sebagaimana yang pernah disebutkan Presiden.

BACA JUGA:  Kapolres Berkesempatan Membuka Langsung Hasil Dari TMMD Reg-109 Karanganyar

“Presiden Joko Widodo yebut Vaksinasi COVID-19 adalah game changer, yaitu salah satu langkah krusial yang entukan kesuksesan kita untuk gakhiri COVID-19,” katanya.

Untuk itu, pemerintah gakselerasi pelaksanaan vaksinasi dengan memperhatikan aspek kedaerahan atau geospasial berdasarkan basis baik itu zona merah, oranye, dan kegiatan perekonomian. Hal ini guna capai kekebalan komunal (herd immunity) di mana target pemerintah sebanyak 70 persen penduduk Indonesia atau 181,5 juta penduduk harus dapat vaksin.

“Realisasi vaksinasi sampai saat ini adalah 24,9 juta dengan rincian: SDM kesehatan sudah 1,5 juta dosis pertama, dosis kedua 1,4 juta; lansia dosis pertama 3,1 juta, dosis kedua 2,1 juta; dan petugas publik vaksinasi dosis pertama 10,4 juta dan dosis kedua 6,5 juta jiwa,” ungkap ko.

BACA JUGA:  Tambang Ilegal Lebak, Satgas Peti Polda Banten Temukan Dugaan Penggunaan Zat Kimia Sianida

Terkait Vaksinasi Gotong Royong yang telah diluncurkan 18 Mei lalu, Airlangga berharap pelaksanaannya juga dapat dipercepat dan ditingkatkan targetnya. Vaksinasi Gotong Royong ditujukan telah dilakukan di 27 perusahaan dan di 18 fasilitas kesehatan di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kepulauan Riau, dan Maluku. Hingga saat ini, telah dikan 21.616 Vaksin Gotong Royong dengan ggunakan Vaksin Sinopharm.

“Pemerintah yambut baik pelaksanaan program vaksinasi yang juga dimulai yaitu Vaksinasi Gotong Royong melalui KADIN, dan tentunya ini diharapkan bisa dipercepat. Pemerintah berharap bahwa Vaksin Gotong Royong juga ditargetkan bisa ditingkatkan” ujarnya.

Selain upaya gukseskan program vaksinasi, pemerintah juga selalu gingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan (ggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan) serta gintensifkan testing, tracing, dan treatt.

BACA JUGA:  Cegah Covid-19, RS Bhayangkara dilakukan Penyemprotan Disinfektan oleh Sat Brimob Polda Banten

“Kita harus terus waspada bahwa penyakit ini (COVID-19) masih ada. Dan gelombang kedua dan ketiga terjadi di beberapa negara lain. Kita terus berharap bahwa kita mampu angani COVID-19 dan mempercepat atau gakselerasi vaksinasi,” katanya.

utup keterangannya, ko meminta dukungan masyarakat untuk ikut yukseskan program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

“Mohon dukungan dari masyarakat agar terus jalankan protokol kesehatan dan agar masyarakat juga bisa gikuti/melaksanakan vaksinasi. Ini diharapkan agar seluruh partisipasi masyarakat sangat dinantikan,” pungkasnya. (DND/UN)

 9 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

INDEKS BERITA

Tagged