Kontak Person Pemasaran Telepon dan Whatsapp ANDRI: 0853-6758-7057

Usai Bersua Gubernur, APINDO Sambangi PTPN VII, Sinergi Bangun Ekonomi Lampung

Usai Bersua Gubernur, APINDO Sambangi PTPN VII, Sinergi Bangun Ekonomi Lampung
Logo APINDO, BUMN Holding Perkebunan (atas). Ketua DPP APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian (kiri) dan Direktur PTPN VII, Ryanto Wisnuardhy (kanan). | Kolase Collage Maker/Muzzamil/APINDO/PTPN VII
PROFIL & SOSOK

BANDARLAMPUNG, (LV)
Tempo 1×24 jam usai berdiskusi bertukar pikiran dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di rumah jabatan gubernur, Mahan Agung, Bandarlampung, pada Rabu (3/11/2021) lusa kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung, Ary Meizari Alfian, bersua senada Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, Ryanto Wisnuardhy, Kamis (4/11/2021).

Keduanya bersegera akrab, pada pertemuan DPP APINDO Lampung dan direksi korporasi pelat merah bergerak di bidang perkebunan karet, kelapa sawit, tebu, dan teh, anggota BUMN Holding Perkebunan ini, di Ruang Harmonis, Kantor Direksi PTPN VII, Jl Teuku Umar Nomor 300, Kedaton, Bandarlampung.

Lazimnya tuan rumah kedatangan pariban, Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy atau di jajaran internal karib disapa Chief Ryan itu, menyambut baik dan berterima kasih atas silaturahmi pengurus APINDO Lampung.

“Secara kelembagaan, BUMN memang tidak masuk dalam keanggotaan APINDO, namun banyak karyawan-karyawan BUMN yang jadi pengurus APINDO,” pembuka Chief Ryan.

Direktur, eks 29 tahun bankir BNI tersebut, menaut kerja sama sebagai cakupan bagian dari keseharian wajah BUMN yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi negara.

Sebagai penggerak ekonomi (driving force), ujar dia, BUMN harus bisa bersinergi dengan stakeholders baik Badan Usaha Milik Daerah maupun Badan Usaha Milik Swasta.

Pria kelahiran Bandung, 12 Agustus 1962 ini buka-bukaan catatannya, saat ini PTPN VII telah membina dan menggerakkan dunia usaha di wilayah kerja perusahaan melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Terbaru, disebut dengan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), bagian elementer prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Khusus di Lampung, saat ini mitra binaan PTPN VII yang diberikan bantuan pinjaman modal UMKM sejumlah 1.428 unit,” ungkap alumnus S1 FH Unpad (1987) dan Magister of Business Administration pada University of Miami, Amerika Serikat tahun 1993 ini.

Kariris profesional dari nol itu, 29 tahun di BNI sejak 1988, naik jadi Pimpinan Cabang BNI Menteng Jakarta Pusat –tahun sama sukses bawa BNI Menteng cabang terbaik 2009, promosi Wapimwil BNI Jatim (2010) andil bawa BNI Jatim sabet prestasi The Best Wilayah Bidang Consumer Banking 2012, Wakil Pimpinan Divisi (2014), didapuk Pimwil BNI Sumatera Selatan 2016, sebelum muhibah Direktur Komersil PTPN 7 tahun 2017 itu, membuka pintu ruang kerja sama.

Baca Juga:  Peradah Lampung Salurkan Puluhan Paket Sembako di Pesawaran dan Pringsewu

Mantan Plt. Dirut PTPN VIII, Senior Executive Vice President (SEVP) Business Support PTPN IV (2020), dan Direktur PTPN XIV sejak 18 Juni 2020 sebelum jadi Direktur PTPN VII per 19 Mei 2021 ini juga berharap pihaknya dapat meningkatkan sinergi dengan APINDO.

Sehingga tandas Chief Ryan, secara umum (dari dan dengan jalinan kerja sama sinergis tersebut), “Kami harap dapat meningkatkan pembangunan perekonomian di Lampung,” pungkas Ryanto, tak lupa memperkenalkan diantara produk andalan PTPN VII: gula pasir kemasan berjenama “Walini”, mempersilakan peminatan APINDO soal peluang kerja sama pembelian gula ritel PTPN VII.

Selain SEVP Business Support PTPN VII, Okta Kurniawan, mendampingi Chief Ryan di kesempatan itu, Kepala Bagian Pengadaan dan Umum PTPN VII, Iyushar Ganda Saputra.

Diinfokan terkait pengelolaan, pemberdayaan UMKM, PTPN VII terintegrasi platform Pasar Digital (PaDi) UMKM bagi peruntukan UMKM mitra binaan. Pelaku UMKM mitra PTPN VII berpeluang jadi seller di BUMN/anak usaha dengan menjual produk ATK, perlengkapan perkebunan, produk makanan, dan lainnya.

Adapun, Ketua DPP APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian, memaparkan fokus target diantara keluasan cakupan segmentasi subsektor usaha industri, bagian program kerja prioritas total 21 bidang pengurus dinahkodainya hingga 2026 mendatang.

Antara lain, pengarusutamaan pengupayaan, pengembangan, dan perkuatan sinergi dan kolaborasi APINDO terkait Link and Match dunia usaha dan industri, dengan jejaring mitra strategis bidang pendidikan.

Cakupan APINDO ini sangat luas, sebut Ary. “Hampir semua usaha yang ada saat ini, baik kecil, menengah besar di seluruh bidang ada di Indonesia. Mayoritas dikuasai pengusaha besar. Ya sekarang kita bisa bersaing untuk berada di lini usaha itu, tidak hanya pengusaha besar saja,” dia mendedah.

Baca Juga:  Ada Winarti di MNC TV Siang Ini, Besut Tema Geliat BMW Ditengah Pandemi

Secara kiprah organisatoris, APINDO punya mandatori strategis dan potensi kerja sama multipihak cukup besar. “Dapat bersinergi dengan BUMN,” sorongnya. Eks Ketua KADIN Bandarlampung dan KADIN Lampung itu menyebut antusiasme APINDO menjalin kerja sama bisnis yang baik dengan PTPN.

Seperti halnya PTPN VII yang sukses bangkit dari keterpurukan korporasi beberapa tahun silam melalui transformasi manajemen dan serbaneka taja restrukturisasi revolusioner bersenjata program Operational Excellence, Kinerja Unggul, hingga berbuah catatan laba perusahaan sejak tahun kalender 2020 lalu.

Ary Meizari turut menegaskan komitmen APINDO untuk dapat terus membersamai pemerintah dan pemerintah daerah dalam membangkitkan kembali perikehidupan perekonomian nasional dan daerah yang terpuruk tergebuk pagebluk COVID-19.

Pada pertemuan tersebut, Ary didampingi bendahara, Darussalam; Resmen Kadafi, Mico Periyando, dan Junaedi, ketiganya wakil bendahara; dan ketua bidang UMKM-IKM DPP APINDO Lampung, Yayan Sopian.
Pertemuan diakhiri dengan foto bersama.

Sisi lain, selama dua hari prapertemuan, Chief Ryan dan jajaran rupanya kedatangan kunjungan kerja inspeksi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PTPN VII, Nurhidayat; didampingi komisaris lainnya, R Wiwin Istanti.

Chief Ryan setia mendampingi keduanya menginspeksi Kebun Karet PTPN VII Unit Waylima, dan Unit Wayberulu, Pesawaran, pada Selasa (2/11/2021), dan peninjauan kebun kelapa sawit kelolaan PTPN VII Unit Rejosari-Pematangkiwah, di internal jamak disebut Unit Repa, pada Rabu (3/11/2021).

Di Waylima, Nurhidayat yang resmi diangkat melalui SK Menteri BUMN, Erick Thohir, dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PTPN III selaku Para Pemegang Saham PTPN VII Nomor SK-188/MBU/06/2020 dan Nomor DSDM/SKPTS/R/109/2020 tertarikh 9 Juni 2020 tersebut, bersegera menyemangati jajaran lapangan.

Transformasi manajemen PTPN VII dengan berbagai program restrukturisasi mantap dia, mulai menunjukan hasil. Program dilakukan, yakni kinerja unggul (operational excellence) telah mencatatkan laba sejak 2020.

Baca Juga:  Sukses Pertama NU Mart Ponpes Al Hikmah Kedaton, Hadir NU Mart Yasmida Ambarawa

“Operational excellence yang kita lakukan sudah bertumbuh, baik berupa revenue maupun budaya kerja atau corporate culture. Namun saya ingatkan kembali, operational excellence itu muaranya harus kepada financial excellence,” wanti Nurhidayat.

Bunyi arahannya, Nurhidayat mengapresiasi Unit Waylima, peraih penghargaan Kebun Karet Berkinerja Terbaik II Semester I/2021 se-PTPN Holding Perkebunan. Namun, dia juga mengingatkan agar kebanggaan di luar harus menjadi kewaspadaan ke dalam.

Eks Direktur Pelaksana Holding Perkebunan PTPN III (Persero) memimpin operasional di Sumatera Utara 2016-2018 saat yang sama ditugasi tambahan selaku Komisaris Utama PT KPB Nusantara ini berujar, industri karet pada saat ini terutama di PTPN Grup, masih dapat mengoptimalisasi kontribusi dalam mengumpulkan revenue.

Kebanggaan menjadi juara dua, sergah dia, bukan berarti bahwa Unit Waylima sudah menyumbang laba yang ekuivalen dengan dinamika korporasi.

Selain Wiwin dan Chief Ryan, ikut menyimak beberapa anggota Komite Audit Komisaris; SEVP Operation II PTPN VII, Dicky Tjahyono; Kabag Tanaman, Wiyoso; Kabag SPI (Satuan Pengawas Intern), Ary Askari; Sekretaris Perusahaan, Bambang Hartawan; lainnya.

Usai mendengar presentasi Manajer PTPN VII Unit Waylima, Moehammad Baasith; Nurhidayat mengkritisi angka-angka yang optimistis. Secara keseluruhan kata dia, pencapaian kinerja Unit Waylima sudah baik dan membentuk grafik menanjak tajam.

“Tetapi, faktor keseimbangan dengan biaya pokok produksi harus tetap jadi perhatian,” pesan mantan Dirut PTPN XIII (Persero) area kerja Kalimantan medio 2014-2016 ini, juga eks Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) 2016, usai sempat anggota Dewan Pengawas 2013-2015.

 228 kali dilihat

Tagged