Wapres: Majukan Ekonomi Syariah Nasional Lewat Riset dan Inovasi Teknologi

Wapres: Majukan Ekonomi Syariah Nasional Lewat Riset dan Inovasi Teknologi
Wapres Ma’ruf Amin menerima audiensi Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dan jajaran, Kamis (03/06/2021) siang, melalui konferensi video. (Foto: BPMI Setwapres)
JAKARTA

Jakarta,visual.com-
Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin dorong peran riset dan inovasi dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Hal tersebut disampaikannya saat erima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dan jajaran, melalui konferensi video, Kamis (03/06/2021) siang.

“Pemerintah akan dukung upaya sinergi sektor industri dan litbang untuk saling bekerja sama dan berkolaborasi, khususnya genai masalah ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya. Seperti dilansir Sekretariat Kabinet via email:[email protected] Sabtu(05/06/2021).

Pemerintah Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, tengah berfokus pada pengembangan industri halal, industri keuangan, dana sosial, dan pengembangan usaha berbasis syariah. Untuk itu, diperlukan riset dan inovasi teknologi pada empat fokus tersebut untuk memajukan ekonomi syariah nasional.

BACA JUGA:  Produk Perikanan Indonesia Masih Sangat Menjanjikan untuk Pasar Dunia

Wapres ilai, saat ini penting adanya koordinasi antara BRIN dengan keterian/lembaga (K/L) terkait untuk dapat ghasilkan nilai tambah melalui hasil riset yang efisien sehingga dapat diimpletasikan di sektor-sektor yang membutuhkan.

“Hasil riset dari BRIN, bekerja sama dengan pihak terkait saya pikir jadi sangat penting untuk pengembangan hasil yang efisien dan juga kualitasnya,” ujarnya.

Terkait perkembangan ekonomi syariah, ungkap Wapres, saat ini para pelaku industri produk halal membutuhkan teknologi tepat guna untuk pengembangan produknya.

“Kita butuh teknologi tepat guna, seperti kemasan yang dapat bertahan lama, produk kemasan yang dapat ekan biaya industri sehingga efisien. Teknologi pangan juga jangan sampai tertinggal. Ini saya kira penting karena potensi kita sangat besar sekali,” tuturnya.

BACA JUGA:  Program PKT Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Provinsi Riau 1.405 Unit Rumah di Bedah

Wapres pun gapresiasi langkah BRIN dalam melakukan riset yang dukung pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang melibatkan pengusaha, perbankan, dan kawasan industri halal.

“Saya gapresiasi apa yang dilakukan oleh BRIN yang sudah berjalan tentang riset halal. Ini ambah terciptanya jaringan ekosistem ekonomi syariah nasional,” ujarnya.

Dalam pertemuan, Wapres juga yinggung tentang masih adanya bahan baku industri halal yang berasal dari luar negeri. Untuk itu, ia berharap dengan adanya keterlibatan riset dari BRIN, Indonesia akan terus berusaha jadi industri yang mandiri.

“Penting sekali keterlibatan BRIN di dalam gembangkan industri halal. Ini jadi penting untuk mempercepat kemandirian dan memperkuat kapasitas industri halal Indonesia, di samping kehalalannya, bahan bakunya, dan juga teknologinya yang lebih efisien,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi: Rencana Kerja Pemerintah 2022 Usung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural

Setara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko egaskan bahwa pihaknya akan siap membantu gembangkan ekonomi syariah nasional, khususnya untuk kebutuhan riset-riset halal.

“Intinya kami siap membantu dan dukung program ekonomi dan keuangan syariah, khususnya produk pangan halal,” ujar Handoko.

Kemudian Kepala Balai Penelitian dan Teknologi Bahan Alam LIPI, Satriyo Krido Wahono, ambahkan bahwa sejauh ini pihaknya sudah berfokus melakukan upaya riset halal, khususnya pada bidang pangan, dan akan terus melakukan eksplorasi lebih jauh lagi.

“Setara ini kami berfokus gembangkan produk halal pada tiga hal, yaitu riset terkait alat deteksi cepat halal, riset substitusi untuk produk-produk yang masih diragukan kehalalannya, serta gembangkan produk berbasis laut,” jelas Satriyo. (BPMI SETWAPRES/UN)

 65 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

INDEKS BERITA

Tagged