Kontak Person Pemasaran Telepon dan Whatsapp ANDRI: 0853-6758-7057

Warga Bandar Putih Ancam Stop Proyek Drainase

LAMPUNG UTARA

Lampung Utara, lampungvisual.com-
Puluhan Warga Desa Bandar Putih, Kecamatan Kotabumi Selatan lakukan aksi protes, dengan memberikan 3×24 agar perkerjaan drainase berada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) desa setempat dibongkar serta diperbaiki kembali. Pasalnya Kualitas pelaksanaan pembangunan proyek pusat itu dinilai buruk.

Kedatangan mereka ke lokasi pembangunan mempertanyakan tentang mekanisme pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan juklak/juknis atau tidak. Selain itu, tidak ada papan informasi, perlengkapan pekerja (APD). Sehingga mereka beranggapan bahwa pembangunan itu adalah proyek siluman yang tak bertuan.

Tokoh adat Desa Bandar Putih Agus (Glr. Gustiyang Agung), pembangunan drainase di Jalinsum tepatnya di Desa Bandar Putih ini terkesan asal asalan. Dan para pekerja yang melaksanakan pembangunan tidak dibekali dengan rab dan gambar yang ada hanya diberikan petunjuk pelaksanaan secara lisan saja.

Baca Juga:  Tingkatkan Kemampuan Personil, Polres Lampung Utara Gelar Pelatihan Fungsi Kepolisian

“Bagaimana pekerjaan ini akan bagus, para pekerja aja tidak diberikan petunjuk rab dan gambar sebagai acuan pelaksanaan pembangunan drainase. Alhasil kerjaan yang ditimbulkan kualitasnya buruk, ” kata dia.

Menurut dia, mereka menilai kurang pengawasan yang dilakukan terhadap pekerjaan tersebut, baik itu pengawas maupun konsultan. Berdampak pada pekerjaan yang terkesan kurang berkualitas Sehingga hal itu menjadi sebuah tnada tanya bagi kami mulai dari material, adukan sampai kepada pengerjaan. Dan nampak hanya pasir dari adukan semen itu ditunjukkan dari hasil pekerjaan.

Baca Juga:  Budi Utomo, Instruksikan Inspektorat Kawal Program Bantuan Terdampak covid 19

“Ini adukannya apa, dapat dilihat sendiri babg dengan mata telanjang antara semen dan pasir hanya satu sak (50 kg) dengan pasir sebegitu banyak. Setumpukan besar ini,” terang tokoh adat masyarakat itu.

Agus selaku Tokok Adat dengan Sejumlah warga memberikan waktu 3×24 Jam, untuk pengawas dan konsultan agar menemui mereka. ” Kami disini ingin bertemu dengan pengawas dan konsultan untuk mempertanyakan permasalahan proyek drainase yang dinilai kami buruk itu. Apabila dalam waktu yang ditentukan mereka (Konsultan dan pengawas) tidak menemui kami, maka kami akan menyetop pekerjaan itu, ” tegasnya.

Sementara, Najab pekerja ketika ditanya apakah pelaksanaan pembangunan drainase dibekali rab dan gambar, Ia mengatakan tidak ada. Kami hanya diberikan petunjuk secara lisan mengenai ukuran pembangunan drainase itu saja.

Baca Juga:  Tien Rostina, Dokumen Kependudukan yang sudah TTE tidak perlu dilegalisir

Untuk nilai anggaran proyek Drainase, Najab berujar tidak mengetahui berapa nilainya, cuman panjang pekerjaan kurang lebih 1 KM.

“Kami tidak dibekali rab dan gambar mas, hanya diberikan petunjuk secara lisan saja dalam pelaksanaan pembangunan disini, ” Tuturnya .(Andrian Folta)

 274 kali dilihat

Tagged