Webinar ‘Waspada ‘PANDEMI’ Digital Bernama ‘HOAX’

Webinar ‘Waspada ‘PANDEMI’ Digital Bernama ‘HOAX’
JAKARTA OPINI DAN PUISI

Jakarta (LV) –

Ketua Umum Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, Dr. H. Sudirman D Hury S.H., M.M., M.Sc secara resmi membuka kegiatan webinar ‘Waspada ‘PANDEMI’ Digital bernama ‘HOAX’ pada peringatan hari ulang tahun Tenaga Pembangunan Sriwijaya ke 53. Sabtu 11 September 2021. Acara ini diselenggarakan oleh bidang Pendidikan dan Pelatihan Srikandi TP Sriwijaya.

Dalam kesempatan itu Sudirman menjelaskan bahwa momentum peringatan hari ulang tahun Tenaga Pembangunan Sriwijaya ke 53 tersebut dirangkaikan dengan program unggulan Srikandi TP Sriwijaya dengan kecerdasan bidang Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan webinar yang aktual ini mengingat berita-berita yang begitu marak terkait dengan pandemi Covid 19 yang ada kalanya mendidik namun tidak menutup kemungkinan juga meresahkan.

“Bagi sebagian besar orang, literasi digital kerap dianggap sebagai kemampuan untuk mengoperasikan suatu teknologi pada kehidupan sehari-hari namun pemahaman tersebut sesungguhnya kurang tepat sebab selain kemahiran dalam menjelajahi internet, para pengguna teknologi juga dituntut untuk bisa bertanggung jawab ketika menggunakannya,” ujar Mantan Kakanwil Hukum dan Ham Sumatera Selatan tersebut.

Menurutnya, Etika digital seringkali disebut network etiquette (netiquette), yaitu tata krama atau aturan dalam menggunakan internet agar meninggalkan jejak digital yang baik, pengguna media digital membutuhkan kesadaran, kebajikan, integritas, atau kejujuran dan harus bertanggung jawab saat menggunakan internet.

“Untuk mencegah terpapar informasi HOAX, ada beberapa hal yang harus diingat, yaitu dengan mencari informasi terkait kabar yang didapatkan, biasakan untuk berpikir kritis terhadap informasi, cek lagi sumber yang terpercaya supaya jangan sampai menyebar kembali berita hoax,” terang Putera Sumbagsel asal Lampung itu.

Baca Juga:  Puan Maharani Minta Teguran Presiden soal Komunikasi Publik tentang PPKM Darurat Serius Dijalankan

Sudirman mengingatkan, Penanganan HOAX tidak hanya harus selalu menyoal pemblokiran tapi lebih penting lagi, untuk jangka panjang ialah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia Srikandi-Srikandi cerdas yang tergabung dalam Srikandi TP Sriwijaya agar memiliki imunitas terhadap HOAX. Terkait dengan hal tersebut, setidak-tidaknya ada beberapa upaya untuk mengatasi HOAX terkait COVID 19 yaitu kita harus berhati-hati dengan berita provokatif dan sensasional jika ada berita yang membuat kita marah, kita harus curiga. Lalu kemudian, cermati sumber berita apakah situsnya terpercaya dan periksa faktanya apakah beritanya berimbang atau hanya berasal dari satu sumber saja karena semakin banyak sumber, maka akan semakin besar kemungkinan berita tersebut dapat dipercaya.

“Di samping itu, cek juga keaslian foto atau video (cek pada google image) serta ikuti akun-akun atau forum terkait, aktivitas cek fakta, HOAX buster dan gunakan aplikasi terkait layanan informasi resmi dari pemerintah terkait Covid 19, aplikasi PeduliLindungi serta akun resmi Kemenkes dan Kominfo, kita harus sabar dan terbuka serta kurangi asupan informasi yang meragukan serta selalu optimis dan lakukan hal-hal yang produktif,” ingat Assesor di Kemenkumham ini.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: Kritik Mahasiswa UI Bentuk Ekspresi di Negara Demokrasi

Selain dari itu pula, lanjutnya, dalam internet khususnya pada media sosial, telah dibentuk suatu algoritma yang akan secara otomatis mengelompokan kita berdasarkan kesukaan dan/atau kesamaan. Sebagai contoh, ketika kita sering membaca suatu berita HOAX di dalam suatu platform media sosial maka yang akan ditampilkan dalam linimasa kita pasti berita-berita terkait hal tersebut.

“Fenomena ini biasanya disebut dengan fenomena echo chambers” jelasnya.

Sudirman mengingatkan, bahwa rata-rata penduduk Indonesia akan menghabiskan waktu 8,5 jam per hari untuk mengakses internet dan meningkat sampai 40% lebih di masa physical distancing ini, peningkatan pemakaian internet tersebut membuat potensi masyarakat mengkonsumsi berita-berita HOAX juga meningkat, tidak terkecuali para pengurus, anggota, dan simpatisan Srikandi TP Sriwijaya dimana pun mereka berada.

“Pada akhirnya, dalam kesempatan baik ini, saya selaku Ketua Umum TP Sriwijaya sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi TP Sriwijaya berpesan kepada para warganet wabil khusus para pengurus Srikandi TP Sriwijaya untuk terus membantu kampanye pencegahan Covid 19 yaitu #dirumahbae, dak usah berkerumun, dilarang parak-parakan, cuci tangan pake sabun, isolasi dewean dengan menggunakan telemedicine, idak balik dusun, dan idak piknik kemano mano,” pesan pria yang dekat dengan berbagai kalangan tersebut.

Baca Juga:  Kendaraan Padat Merayap Warnai Tahun Baru Tubaba

“Selamat berwebinar, semoga program bidang pendidikan dan pelatihan Srikandi TP Sriwijaya akan berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan serta terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya beserta seluruh pengurus yang terlibat wabil khusus panitia penyelenggara workshop bidang pendidikan dan pelatihan yang dikemas dalam bentuk webinar ini,” tutup Sudirman D Hury.

Hadir sebagai peserta dalam webinar tersebut diantaranya, Ketua Dewan Pembina, Penasehat, Pakar, dan Dewan Kehormatan TP Sriwijaya beserta jajarannya, para Pengurus Pusat TP Sriwijaya, Ketua Dewan Pembina, Penasehat, Pakar, dan Dewan Kehormatan Srikandi TP Sriwijaya beserta jajarannya, Ketua Umum dan para Pengurus Pusat Srikandi TP Sriwijaya, Ketua Dewan Pembina, Penasehat, Pakar, dan Dewan Kehormatan Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (DPP Kamsri), Ketua Umum dan para Pengurus Pusat Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (DPP Kamsri), Serta hadirin, undangan, dan peserta webinar lainnya. (R)

 82 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tagged