BEM IIB Darmajaya Audiensi dengan Yayasan Alfian Husin

BANDAR LAMPUNG

Bandar Lampung (LV) – Jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan audiensi dengan Pengurus Yayasan Alfian Husin di ruang kerjanya, Selasa (22/2/22).

Dalam audiensi tersebut, Presiden BEM Rahmad Mahfuddin didampingi Wakil Presiden Asep Syaifullah beserta jajaran kabinetnya. Pengurus BEM diterima langsung Ketua Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., dan didampingi Bendahara Yayasan Alfian Husin Ari Meizary Alfian, S.E., MBA.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden BEM Rahmad Mahfuddin menyampaikan program kerja BEM untuk menghidupkan kembali LKMM. “Kami rencana menggelar kembali Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) agar mahasiswa memahami manajemen kepemimpinan,” kata dia, kepada Ketua Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi.

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer ini juga mengenalkan satu-satu jajarannya dalam pertemuan tersebut. “BEM berharap selalu mendapat support dari Yayasan Alfian Husin dalam menjalankan kegiatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Desfiandi secara pribadi menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi pengurus BEM IIB Darmajaya. “Anak-anak diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan hidup kita yang paling penting yaitu bermanfaat untuk masyarakat. Kuliah bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang paling utama tidak hanya keluarga,” kata dia.

Menurut dia, berorganisasi sangat baik dalam meningkatkan softskill. “Kalian ini masuk di organisasi tidak hanya mengasah softskill kalian tetapi juga jaringan. Kenapa perlu sekali softskill karena softskill memiliki peranan penting ketika bermasyarakat dan hard skill hanya pendamping saja,” ujarnya.

Andi Desfiandi menuturkan bahwa Ilmu tanpa adab sama dengan buta tapi adab tanpa ilmu jadi lumpuh. “Dunia ini sudah berubah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan ini menerapkan Kampus Merdeka dan ini untuk meningkatkan kemampuan dari teman-teman mahasiswa,” terangnya.

Di negara Jepang, kata dia, puluhan tahun lalu, saat rekrutmen karyawan tidak mensyaratkan ijazah dan IPK yang penting standarnya sarjana. “Yang mereka pilih adalah karakter dan atitude yang baik. Maka ketika terdapat catatan buruk atitudenya langsung ditolak,” imbuhnya.

Mantan Rektor IIB Darmajaya ini sangat mendukung kegiatan positif yang direncanakan BEM. “Saya mendukung kegiatan positif dalam pengembangan keilmuan seperti LKMM dan lainnya. Terus lakukan inovasi dalam meningkatkan softskill teman-teman,” tuturnya.

Sementara, Bendahara Yayasan Alfian Husin Ari Meizary Alfian juga mengajak BEM untuk dapat terus meningkatkan prestasi akademik dan nonakademiknya. “Saya ingin BEM juga dapat berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan UMKM di Lampung. Nanti bersama Apindo akan kolaborasi untuk turut serta dalam membantu UMKM lebih sejahtera lagi,” ungkapnya.

Dia berharap pengurus BEM yang memiliki prestasi akademik dapat dipertahankan. “Jangan sampai prestasi yang telah diraih menurun dan kalau bisa dapat ditingkatkan lagi,” ujar dia, memberikan semangat. (R)