BANDARLAMPUNG —
Tiada bosan. Hari ke minggu, minggu ke bulan, berbulan-bulan. Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pertama di Tanah Air, pada 2 Maret 2020, enam bulan silam.
Disusul instruksi presiden lewat Jubir (saat itu) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Achmad Yurianto tentang kewajiban memakai masker pelindung pernapasan cegah persebaran virus penyerang saluran pernapasan penggeger jagat itu, pada 6 April 2020.
Praktis, kampanye memakai masker, disusul kampanye mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, serta kampanye menjaga jarak sosial atau social distancing, yang kemudian dimajukan WHO menjadi jaga jarak fisik, physical distancing, jadi akrab di telinga, menu wajib keseharian kita.