Dibalik Keberhasilan Melawan Positif Covid-19, Kussarwono Mengurai Cerita

PROFIL & SOSOK WAY KANAN

Waykanan, LV – Raut wajahnya tampak sumringah, tawa bungah terlihat lepas tanpa terbebani. Cerita kemarin lalu telah usang, hanya tinggal mendongkrak kepercayaan diri. Covid -19 pernah menghantam tubuhnya, hingga ruang isolasi itu harus dihuni.

Kussarwono, lelaki bertubuh sedang itu terus mengurai cerita dibalik kebungahannya saat ini. Sepenggal pengalaman yang tidak akan terlupakan dalam sejarah hidupnya.

“Tidak pernah ada yang mau namanya kena penyakit. Tapi itulah perjanan hidup, semua harus kita lakoni,” Ujar Mas Kus, sapaan akrab pria yang saat ini menjabat Assiten II Bidang Perekonomian dan pembangunan Pada Sekretariat Pemkab Waykanan, Lampung.

Pria kelahiran 23 Oktober 1963 itu divonis terpapar Covid-19 tepat 10 Agustus 2020 lalu. Ketegarannya yang selama ini tergambar, luluh lunglai, setelah hasil RT PCR Swab dikabarkan kepadanya. Dikepalanya segara terbayang sebuah ruang khusus alias ruang isolasi. Bukan seperti perjalanan dinas yang harus tidur di sebuah hotel mewah. Namun, di Rumah Sakit Bandar Negara Husada (BNH) Bandarlampung pejabat ini harus bermalam bersama pasien Covid-19 lain asal Way Kanan, selama 14 hari.

Baca Juga:  Bulan Bakti Dua Dekade Demokrat, Vaksinasi COVID-19 Seribu Warga Tanjungsenang dan Natar dari Anggota DPR Zulkifli Anwar

Diruang yang membelenggunya itu, Mas Kus harus rela tidur di kasur beralas kain berwarna putih. “ Was-was juga saat mendengar vonis Covid itu, namum ada sedikit kelegaan karena tiga bulan sebelumnya saya cek di RS Siloam Kebun Jeruk sehat. Dan tidak ada gejala Komorbid (penyakit penyerta). Ada 3 jenis kormobid yang paling berbahaya, diantaranya Diabetes Melitus, Pneumonia, atau Jantung.” ujar dia, yang menjadi pasien Covid-19 akibat tracking dengan almarhum Edward Antony, Wakil Bupati Way Kanan.

Nyalinya sempat ciut, saat Wakil Bupati Way Kanan yang diisolasi bersamaan waktu dengannya meninggal dunia. Tapi keyakinan itu terus membentengi hati dan jiwanya.

Dikamar isolasi yang berukuran layaknya ruang pasien umum di rumah sakit, Kussarwono selalu mendapatkan dorongan ketegaran dari keluarganya.

“Bukan hanya dari keluarga saja dorongan dan support itu datang. Tapi dari sahabat dan rekan. Bahkan dari pimpinan saya, Pak Bupati Raden Adipati Surya memberikan semangat, hampir tiap hari beliau telpon saya,” kata Kussarwono, sambil sesekali membenarkan kacamatanya.

Baca Juga:  KODIM 0427/WK BESERTA UNSUR POLRES DAN PEMDA WAY KANAN BANTU PADAMKAN TITIK API

Kerut keningnya yang tampak jelas terlihat, sesekali terlihat digerak-gerakan, seraya menggali kembali kenangan dalam ruang isolasi. Walau hanya terlintas singkat bagi orang diluar isolasi, tetapi empat belas hari terasa lama baginya yang menjalani perawatan.

“Yang penting selama masa penyembuhan itu adalah mental, jangan stres atau panik. Karena itu akan membuat diri kita drop. Selain teratur minum obat dokter, usahakan berkumur dengan obat kumur sampai masuk tenggorokan. Begitu pula jika wudlu, usahakan cuci bersih hidung sambil hirup air di hidung dan keluarkan,” ujar mantan Kadis PU Waykanan itu, sambil terus mengurai cerita melawan Covid-19 yang pernah hinggap ditubuhnya
Diruang ber AC berukuran 6×6 meter, tempatnya dia bekerja, sambil ngobrol dengan gaya khasnya.

Kussarwono terus memberi tips kesembuhan bagi pasien covid-19.
Menurutnya, Kunci kesembuhan tergantung kondisi psikis. Jangan stres , usahakan rilek, namun tetap melaksanakan petunjuk dokter.

Baca Juga:  Pasca Kebakaran Bupati Way Kanan Kunjungi Lokasi

Lelaki berkulit sawo matang itu mengaku, saat ini banyak keluarga pasien covid-19 yang meminta tips kesembuhan.

Diselingi minum secangkir kopi hitam kental tak terlalu manis yang disuguhkan Fitri stafnya dimeja kerja, Kussarwono kembali meyakinkan tips yang benar sesuai yang telah dijalaninya saat terpapar covid-19.

“Covid-19 ini berbahaya, jangan anggap enteng,karena bersifat asimtomatik (tanpa gejala), terapkan protokol kesehatan sebagaimana lirik lagu Padi reborn yang berjudul Ingat pesan Ibu.Yang jelas, jangan stres, dibuat santai. Dan penting juga support dari keluarga serta semua rekan atau orang terdekat. Insha Allah semua akan baik-baik dan pulih,” katanya, mengakhiri kilas cerita Covid-19.

Diketahui Lagu bertajuk “Ingat pesan Ibu.” ini adalah Jingle ciptaan Padi Reborn bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 pusat. Jingle ini resmi diluncurkan 1 -Oktober-2020 yang lalu.(Fik)

 1,045 kali dilihat

Tagged