Dua Warga Lampura Penderita Kaki Gajah, Mengharapkan bantuan Pemerintah

HOME

[sz-ytvideo url=”https://www.youtube.com/watch?v=SENFtBChOjE” theme=”light” cover=”youtube” start=”1″ end=”1″ responsive=”y” autoplay=”n” loop=”n” fullscreen=”y” disablekeyboard=”n” disableiframe=”y” disablerelated=”n” delayed=”n” schemaorg=”y” /]

Lampungvisual.com-Mukamat (54) Tahun dan Ibunya Mbah Sarah (90) Tahun Penderita Penyakit Kaki Gajah Warga Dusun Bumi Nyunyai Desa Kembang Tanjung Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara, (Lampura) Provinsi Lampung, Lantaran tidak punya biaya hingga kini Belum Mendapakan Pengobatan, Senen (26/12/2016)

Mukamat menderita sakit kaki gajah sejak tiga puluh tahun lalu dia tidak mampu beraktivitas lagi, kedapur pun cuma bisa jalan ngesot, sementara ibunya, Mbah Sarah sudah tiga tahun ini terbaring di tempat tidur tidak bisa berbicara lagi, Untuk biaya makan dan pengobatan hanya mengandalkan Keponakannya  yang berpropesi sebagai Buruh Deres Karet.

Baca Juga:  Perajin Kursi Bambu di Lampura Luput dari Perhatian

Suginok (24) Tahun Keponakan Mukamat Cucu Embah Sarah, berpropesi sebagai Buruh Deres Karet dengan penghasilan Rp. 400 Ribu Perbualan, ¬†Mengharapkan Bantuan Pemerintah Daerah atau Dermawan untuk bisa membantu biaya pengobatan paman dan neneknya, Selama ini belum pernah mendapatkan batuan Sosial maupun bantuan kesehatan, setiap Nenek dan Pamanya Suginok harus mengeluarkan biaya Rp. 50.000,- Kartu BPJS juga tidak ada, “Saya berharap kepada pemerintah bisa membantu biaya pengobatan Paman dan Nenek.” Tutur, Suginok.

Baca Juga:  Pesona Panorama' Danau Islamic Center Tubaba' Menarik Perhatian Wisata Lokal

Supriyadi Tetangga Embah Sarah, merasa iba melihat kondisi kehidupan Suginok setiap hari buruh deres karet untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan Paman dan neneknya, ” Sebagai Tetangga saya sangat iba melihat kondisi Mbah Sarah dan Mukamat, Saya sangat berharap keperdulian pemerintah bisa mengulurkan tangan Membantu Suginok untuk ¬†biaya pengobatan paman dan Neneknya.” Tutur Supriyadi. (Basri Subur)

 577 kali dilihat

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published.