Mahasiswa UNSRI Melakukan Penelitian Arsitektur Rumah Tua Way Kanan

HOME

Lampungvisual.com-Sebanyak 80 mahasiswa dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) Sumatera Selatan melakukan penelitian arsitektur rumah tua dan tahan gempa di Kampung Wisata Gedung Batin, Blambangan Umpu, Way Kanan.

Mahasiswa yang didampingi oleh 10 dosen UNSRI jurusan teknik arsitektur tersebut datang pada Sabtu malam (14/1) sekira pukul 20.00 WIB di Kampung Wisata Gedung Batin usai sebelumnya singgah dibeberapa kampung tua di Sumatera Selatan.

Salah seorang dosen pendamping Iwan Muharam Ibnu. ST., MT mengatakan kegiatan KKL ke Kampung Wisata Gedung Batin merupakan program kegiatan di tahun 2017, “Kampung Wisata Gedung Batin merupakan salah satu tujuan KKL tradisional Nikita Sriwijaya dimana KKL ini mencoba mengenalkan kepada mahasiswa akan potensi lokal yang ada. Sehingga mahasiswa punya pengetahuan bahwa lokal itu juga bisa jauh lebih bagus daripada yang di luar. Jadi kita sudah keliling dan salah satu target 2017 adalah Gedung Batin,” ujarnya.

Baca Juga:  Why The iPhone X Will Force Apple To Choose Between Good Or Evil

Lebih lanjut dirinya mengatakan mendapat informasi kampung tua tersebut dari mantan mahasiswanya yang kemudian menelusuri melalui jaringan internet. “Kita ke sini karena promosi, pertama saya dapat dari mantan mahasiswa saya, kemudian saya cari di internet gimana sih Gedung Batin yang sudah dicanangkan oleh Kementerian itu sebagai desa wisata,” lanjutnya.

Ibnu mengungkapkan sangat sedih melihat kondisi Kampung Wisata Gedung Batin yang tak terawat, dan terkesan dibiarkan untuk punah. “Saya miris dengan rumah-rumah yang diandalkan menjadi objek wisata utama, bagaimana rumah itu sepertinya dibiarkan untuk hancur, rumah itu dibiarkan untuk akan hilang,” ungkapnya.

Masih menurutnya, Kampung wisata Gedung Batin membutuhkan¬† perangkat Undang-Undang untuk dijadikan cagar budaya sehingga dapat dikelola dan dipertahankan. “Kita membutuhkan satu perangkat undang-undang yang menetapkan rumah itu sebagai cagar budaya dulu, sehingga kalau dia jadi cagar budaya rumah itu akan mampu untuk secara legal dipertahankan, baru nanti program-program dari pemerintah,” kata Ibnu.

Baca Juga:  Ujian Sidang Program Joint Final Project, Mahasiswa Prodi TI IIB Darmajaya Dapat Bimbingan dari Dosen UniMAP

Lebih lanjut dirinya mengharapkan perawatan yang baik guna menjaga lestarinya peninggalan budaya tersebut, “Kami harapkan program-program dari Kementerian rumahnya dulu, karena itulah yang dijual dari Kampung Wisata di Gedung Batin. Itu (rumah) yang diandalkan, bisa saja rumah itu menjadi homestay sehingga pendapatan penghuninya akan meningkat, tapi kalau kondisi homestay harus jauh lebih layak,” tegasnya.

Dirinya sangat menyayangkan rumah tua yang hanya tinggal 6 unit tersebut semestinya dipertahankan agar tetap terjaga dan masih berdiri. “Menurut cerita ada puluhan rumah di sini, namun saat ini hanya tinggal 6 unit, ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk perbaikan tanpa harus merubah bentuk Jadi sebenarnya dengan melihat seperti itu, Gedung Batin akan menjadi satu objek wisata yang mampu mendatangkan banyak orang,”¬† tandasnya.

Baca Juga:  Pelajar SLTP Dijemput Tekab 308 Disekolah

Sekretaris Dinas Pemuda dan Pariwisata Way Kanan drh. M. Yazith mendampingi Kepala Dinas, Harun Anosa mengatakan pada awalnya sebelum dicanangkan menjadi kampung wisata, Gedung Batin lebih menyedihkan, dimana hanya ada 8 kepala keluarga yang tersisa. “Sebelum dicanangkan sebagai Kampung Wisata Ecobudaya Gedung Batin, hanya ada 8 KK yang tertinggal, dan setelah diresmikan oleh Bapak Sapta Nirwanda dari kementrian pariwisata di tahun 2007, baru penduduknya mulai bertambah dan saat ini mencapai puluhan KK, meski rumah tua hanya tertinggal 6 unit saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan Kampung Wisata Gedung Batin saat ini sedang berbenah, dimana selama ini memang hanya sedikit perhatian dari pemerintah, namun sejak Bupati Raden Adipati Surya memimpin Way Kanan, dan menjadikan pariwisata sebagai prioritas pembangunan guna menjadikan Way Kanan maju dan berdaya saing 2021, maka Gedung Batin mulai diperhatikan. (**)

 785 kali dilihat

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published.