Patmi dan Perlawanan Rakyat Terhadap Dominasi Korporasi

NASIONAL OPINI DAN PUISI

Lampungvisual.com-Nasional-Lampung Selain investasi langsung terhadap sektor air, krisis air juga muncul akibat aktivitas proyek ataupun kegiatan yang mengatas-namakan investasi. Salah satunya adalah penerbitan izin untuk pembangunan pabrik semen (PT. Semen Indonesia) di wilayah pegunungan Kendeng, Rembang Jawa Tengah tanpa memperhatikan dampak sosial, budaya, ekonomi dan ekologis dengan perspektif Feminis.

Perjuangan Perempuan kendeng dalam mempertahankan kelestarian alam, baik sumber air maupun wilayah pertaniannya menunjukkan bahwa Perempuan sangat lekat dengan sumberdaya alam.

Pegunungan kendeng adalah sumber lumbung pangan dan sumber mata air bagi masyarakat khususnya Perempuan kendeng.

Di belahan dunia Perempuan bertanggung jawab untuk mengumpulkan air bagi keluarganya, hal ini disebabkan oleh peran gender perempuan yang sering menempatkan perempuan berada di ranah domestik. Hal ini paling sering dialami oleh Perempuan pedesaan dimana akses air bersih sangat sulit.

Baca Juga:  Teman Bermain Pelepas Jenuh

Perempuan pedesaan harus berjuang mencari persediaan air bersih dengan cara berjalan kaki berkilo meter untuk menuju sumber mata air di kaki gunung atau aliran sungai.

Jika izin PT. Semen Indonesia tidak dicabut, sudah bisa dipastikan dalam aktivitas perusahaan tersebut membutuhkan air dalam jumlah banyak, yang sumbernya akan diambil dari 112 sumber mata air di pegunungan kapur kendeng.

Jika sumber mata air pegunungan dikuasai oleh Industri tersebut, maka lebih dari 203.217 jiwa akan merasakan dampaknya. Hal ini akan semakin memperparah kerusakan  ekosistem, bahkan bisa dipastikan monopoli sumber mata air oleh perusahaan yang akan berdampak pada keringnya lahan-lahan persawahan sampai krisis air bersih, yang menjadi sumber penghidupan masyarakat kendeng khususnya perempuan yang akan merasakan dampak berlapis dari situasi tersebut.

Baca Juga:  Turun ke Sawah, Babinsa Mojosongo jadi Motivator dan Penyemangat Petani

Meninggalnya ibu Patmi (48th) adalah Bentuk dari perjuangan  Perempuan petani kendeng, yang tidak pernah mengenal lelah  bahkan tetap terus berjuang  sampai titik darah penghabisan demi menyelamatkan lingkungan, dan sumber-sumber penghidupan bagi masyarakat di komunitasnya, meskipun kerap mendapatkan tindak kekerasan intimidasi dalam proses perjuangan.

Semangat perjuangan ibu PATMI DAN PEJUANG Perempuan petani kendeng sudah seharusnya mendapatkan dukungan dari publik dan pemerintah RI, karena Kewajiban Negara dan dijamin dalam instrumen hukum nasional dan internasional, namun pada fakta yang terjadi Negara melakukan pembiaran terhadap pelanggaran Hak bahkan memberikan izin bagi perusahaan untuk menguasai sumber daya alam.

Baca Juga:  Insentif Beras Diluar Gaji dan TPP dan Tunjangan Lainnya

Solidaritas Perempuan sebay lampung mengajak seluruh element masyarakat, untuk mendesak pemerintah Republik Indonesia agar bertindak tegas dalam proses penyelesaian kasus perizinan PT semen Indonesia dan mengembalikan kedaulatan rakyat /Perempuan atas sumber daya alam.

Penulis : Armayanti Sanusi (Ketua Solidaritas Perempuan Sebay Lampung)

Foto : Dhandy

Editor : Lampung Visual

 644 kali dilihat

Leave a Reply

Your email address will not be published.