PNM Gaet Apindo Beri Pelatihan Program PKU 265 Usaha Ultramikro Nasabah Mekaar

PNM Gaet Apindo Beri Pelatihan Program PKU 265 Usaha Ultramikro Nasabah Mekaar
Suasana pelatihan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Pelaku Usaha Ultramikro Nasabah Program PNM Mekaar di Hotel Horison, Bandarlampung, Sabtu (13/8/2022). | Apindo/Adi Susanto/Muzzamil
PROFIL & SOSOK

BANDARLAMPUNG-
BUMN pengampu layanan akses pembiayaan terbatas bagi rakyat pelaku usaha ultramikro, minimikro, UMKM dan koperasi, dirian pemerintah 1 Juni 1999 dan sejak 13 September 2021 jadi anggota Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) bareng BRI dan Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung menghelat kegiatan rutin tematik.

Yakni, Pelatihan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Bagi Pelaku Usaha Ultramikro Nasabah Program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar), di Ballroom Hotel Horison, Jl Kartini 88, Bandarlampung, Sabtu 13 Agustus 2022.

Kegiatan Pelatihan Program PKU, satu dari beberapa program unggulan BUMN peraih Digital Innovation Award 2022 gelaran MNC Portal Indonesia ini, diikuti 265 pelaku usaha ultramikro, mikro, dan kecil nasabah PNM Mekaar Regional Bandarlampung 1 dan 2.

Pelatihan dihadiri oleh Pemimpin Cabang PT PNM Lampung Deden Yoga Nugraha, yang didampingi oleh dua wakil pimpinan cabang yakni Aris Riadiana dan Hatni Resmi Sari.

Hadir pula tiga narasumber, womanpreneur Putri Zulkifli Hasan, Wakil Ketua IV Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Adi Susanto, dan Ketua Subbid Pendidikan dan Pelatihan Bidang UMKM-IKM Apindo Lampung yang juga co-founder datangin.id dan culinarypreneur olahan kopi jenama Kopi Bubuk Lampung, Edi Darmawansah.

Baca Juga:  Lenida Putri, Anggota Dewan "Rasa" Dokter "Rasa" Polwan?

Pemimpin Cabang PT PNM Lampung Deden Yoga Nugraha, melalui akun media sosial PNM Cabang Lampung, seperti disitat dan diakses di Bandarlampung pada Minggu (14/8/2022) menjelaskan, dalam pelatihan ini peserta mendapatkan empat materi segar.

Meliputi, edukasi pentingnya perizinan usaha, tata cara pendaftaran izin usaha dengan aplikasi One Single Submission (OSS) Indonesia keluaran Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, diskusi dan sosialisasi program UMKM Naik Kelas, dan sosialisasi terbatas rekrutmen karyawan PNM Lampung.

“Pelatihan tersebut, nasabah mendapatkan sebanyak 110 Nomor Induk Berusaha (NIB),” warta unggahan akun media sosial PNM Lampung, mempertegas cuplikan foto dan video jalannya pelatihan.

Diketahui, layanan Program PKU PNM juga terus dioptimasi misal dengan meluncurkan program Pengembangan Kapasitas Usaha dan Pengembangan Kelompok (PKU-PK) pada 2010 silam. Selain bertujuan mulia, memberikan pendampingan dan pembinaan pelaku usaha ultra mikro, mikro dan kecil nasabah binaan PNM, terdapat tiga jenis kegiatan usaha cakupan PKU-PK ini.

Baca Juga:  Pesta Sekura, Pesta Rakyat Bukan Hura-Hura (5)

Yakni, pelatihan khusus bagi nasabah PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), produk layanan buah transformasi bisnis luncuran 2008 melalui fasilitasi pembiayaan langsung bagi pengusaha mikro kecil semua cabang, pembinaan klaster nasabah PNM ULaMM dan PNM Mekaar berupa pelatihan dan pendampingan aspek keuangan, produksi, pemasaran dan kelembagaan, diklasterisasi berbasis jenis usaha dan lokasi nasabah.

Serta, pendampingan khusus nasabah PNM Mekaar, produk buah transformasi bisnis PNM per 2016 berupa layanan fasilitasi akses permodalan berbasis kelompok sistem tanggung renteng bagi peruntukan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultramikro, meretas tiga keterbatasan akses pembiayaan modal kerja: kendala legalitas, skala usaha, ketiadaan agunan, diperkuat pendampingan usaha, di seluruh cabang.

Imbuhan informasi, dari data terkini, terlebih didukung sinergi dan kolaborasi bareng BRI dan Pegadaian dalam ekosistem ultramikro, PNM “terancam” bakal menjadi perusahaan pembiayaan berbasis kelompok terbesar di dunia.

Baca Juga:  Mengenal Sosok Sarah Syazlina

Usai menggaet 10,8 juta nasabah dengan total pembiayaan tersalur sekitar Rp47 triliun terdiri Rp44 triliun untuk program PNM Mekaar dan Rp3 triliun untuk program PNM ULaMM pada 2021 lalu, PNM menarget penaikan fantastis hingga 14 juta nasabah dengan proyeksi pembiayaan tersalur Rp55 triliun di tahun 2022 ini, hingga puncaknya nanti dapat mencapai 20 juta nasabah di 2024 kelak, sesuai keinginan pemangku.

Luar biasanya, demi mendukung kegiatan bisnisnya, menilik data 2020 lalu, PNM memiliki 62 kantor cabang ULaMM, 626 kantor layanan ULaMM, dan 2.668 kantor cabang Mekaar di seluruh Tanah Air.

PNM bersama duo seperjuangannya, BRI dan Pegadaian, per 13 November 2021 atau tepat dua bulan tergabung Holding UMi, terus mengakselerasi produk dan layanan UMi di tengah masyarakat, yakni dengan sukses membuka 150 kantor co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (SENYUM), kantor satu atap antara BRI-Pegadaian-PNM yang memudahkan nasabah ketiga korporasi pelat merah ini untuk dapat bertransaksi sesuai kebutuhan masing-masing, di seluruh Indonesia. [red/Muzzamil]

 119 kali dilihat