PPRL Aksi Solidaritas Untuk Petani Kendeng

BANDAR LAMPUNG

Lampungvisual.com-Lampung-Pusat Perjuangan Rakyat Lampung Yang tergabung di dalamnya beberapa elemen seperti FMN, LMND, SMI, KPOP, OSD, FPBI, FSBKU-KSN, dan SP, tadi sore (23/3/17) di Tugu Adipura Bandar Lampung melakukan aksi solidaritas mendukung perjuangan Petani Kendeng.

Seperti diketahui melalui pemberitaan media bahwa sejak tanggal 14 Maret 2017, warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) kembali memasung kaki mereka di depan Istana Negara, dengan tuntutan kepada Presiden Jokowi agar memastikan tidak ada pabrik atau tambang semen di Pegunungan Kendeng.

Baca Juga:  Leo Ramadhanus Pimpin PERHUMAS Lampung

Penolakan terhadap pabrik semen di pegunungan kapur Kendeng tersebut disebabkan karena terdapat 203.217 jiwa tinggal dalam tiga kecamatan di Pati Selatan yang menggantungkan hidupnya pada pegunungan Kendeng.

Di pegunungan tersebut terdapat 112 mata air yang menjadi sumber air bagi ribuan keluarga dan ribuan hektar sawah. Dengan adanya pabrik semen, disinyalir akan merusak daerah penyangga dan daerah resapan air tersebut.

Untuk itu, Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menyuarakan dukungan penuh terhadap perlawanan yang dilakukan oleh warga pegunungan Kendeng dan sekitarnya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Dorong PLN Hasilkan Cadangan Listrik 30%

Dalam aksi ini massa menyuarakan beberapa tuntutan yakni, menolak Pembangunan dan Beroperasinya PT. Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng dan Meminta agar putusan MA No.99 PK/TUN/2016 tentang pencabutan izin lingkungan dan pengoperasian PT. Semen Indonesia untuk dipatuhi.

Selain itu massa aksi juga menuntut untuk mencabut SK Gubernur Jawa Tengah No. 660.1/30/2016 tentang izin lingkungan kegiatan penambangan bahan baku semen dan pembangunan serta pengoprasian PT. Semen Indonesia.

Baca Juga:  Walikota Tinjau Pencairan Insentif RT, Kaling, dan Linmas

Aksi yang dilakukan ini sekaligus upaya untuk mewujudkan Reforma Agraria Sejati dan membangun Persatuan Gerakan Rakyat untuk membentuk kekuatan politik alternatif, melawan segala bentuk keberpihakan Pemerintah kepada kepentingan Investor dan Korporasi yang menghilangkan sumber penghidupan rakyat dan menciptakan kerusakan ekologis. (Foto: Ist/ Dra/ LV)

 646 kali dilihat

Leave a Reply

Your email address will not be published.