“Rakyat Tidak Boleh Susah, Tetangga Sakit Kita Bantu” (3)

"Rakyat Tidak Boleh Susah, Tetangga Sakit Kita Bantu" (3)
Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Herman HN, didampingi Ketua DPW Petani Nasdem Lampung, Ichwanto, menunjukkan buah alpukat bagian dari 10 ribu bibit Alpukat Siger NasDem dan 400 ton pupuk kompos yang dibagikan gratis ke rakyat Lampung, 10 Desember 2021. Pembagian gratis dibesut demi peningkatan kesejahteraan warga dan daya dukung lingkungan. | nasdem.id/Muzzamil
PROFIL & SOSOK

“Rakyat Tidak Boleh Susah, Tetangga Sakit Kita Bantu” (3)

BANDARLAMPUNG, (LV)-

Kita lanjut ya, bestie. Selain jejaki balik pergumulan NasDem dalam merebut singgasana kursi orang nomor satu dan nomor dua di daerah di Lampung musim pilkada serentak 2015, 2017, dan 2018, bagian ini juga sedikit kulik sisi beda partai ini dalam mengudarakan frekuensi sekaligus mendaratkan eksekusi pengarusutamaan dialektika jerih pengupayaannya.

Sebagaimana kesepakatan pemerintah, DPR dan rezim pemilu-pilkada Tanah Air: KPU, Bawaslu serta DKPP, hasil Rapat Kerja Komisi II DPR di Jakarta pada 24 Januari 2022, per rencana, pilkada serentak nasional provinsi, kabupaten/kota digelar pada 27 November 2024.

Hitung mundur 2,7 tahun sejak April 2022. Atau, (ingat, tahun 2024 tahun Kabisat) 287 hari usai one day election terakbar di dunia, pileg dan pilpres serentak pada 14 Februari 2024.

Kendati ditilik dari sisi penganggarannya terkuak fantastis, dimana rancangan usulan KPU membengkak hingga Rp109,1 triliun (Rp86,3 triliun pemilu, Rp22,8 triliun pilkada) skim tahun jamak 2022-2025, masih terus difinalisasi rasionalisasi besarannya lantaran pemerintah-DPR nilai terlalu besar, belum pas dengan idealisasi dari tujuan “keserentakan”.

Selain, demi perkuatan sistem presidensial, digelar serentak: demi efisiensi anggaran, apalagi ditengah situasi pemulihan ekonomi nasional pascakrisis global ulah pandemi.

Kendati publik tahu KPU bekerja tentukan jadwal itu mandat UU 7/2017 tentang Pemilu, bayangkan misalnya besarnya honorarium penyelenggara 2024 yang diprediksi mencapai 7 juta orang. Publik juga tertib, hemat itu wajib. Pengingat, Pemilu 2014 makan Rp15,62 triliun, Pemilu 2019 habis Rp25,59 triliun.

KPU sendiri telah merilis peluncuran Hari Pemungutan Suara Pemilu Serentak 2024, dipimpin Ketua KPU Ilham Saputra, di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta pada 14 Februari 2022.

Balik ke Lampung, ihwal kans Herman HN untuk dapat diusung oleh Partai NasDem pada Pilgub 2024, sejatinya sang ketum Surya Paloh telah ‘menebalkan’ garis bawahnya. Saat, melantik Herman, pada 26 Maret 2022.

Dua syarat: besarkan partai –buktikan prestasi dalam mengeksekusi visi misi Partai NasDem, dan, memang itu yang pada dialektikanya kemudian mutualis menjadi keinginan rakyat. Isyaratnya, Herman HN, “tetap sangat memiliki peluang diusung”.

Sebelum kesitu, sejenak flashback. Turun ke kabupaten/kota. Pilkada serentak nasional 9 Desember 2015, pelaksanaan UU aklamasi DPR 17 Maret, diteken Presiden Jokowi 18 Maret: UU 8/2015 (Perubahan UU 1/2015 tentang Penetapan Perppu 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota jadi UU), dan UU 9/2015 (Pemerintahan Daerah), menjadi debut perdana bagi NasDem pun di Lampung dari 269 daerah sahibul hajat, mengusung atau mendukung kandidat pilkada bertarung.

Pilkada 2015

Dari delapan pilkada 2015 kabupaten/kota, penetas periodisasi baru 2021-2026, Partai NasDem bukukan kemenangan separuhnya. Ingat dimana saja?

Di Bandarlampung, NasDem gabung PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, PKB, PKS; usung duet walikota petahana Herman HN dan Ketua APINDO Lampung Muhammad Yusuf Kohar. Paslon nomor urut 2 ini menang telak, 358.249 suara dari total suara sah 413.388 (86,66 persen, persentase tertinggi se-Indonesia).

Wakil walikota 2010-2015 Thobroni Harun, berduet dengan saat itu Ketua NU Kota, Komarunizar; dapat 46.814 suara (11,33 persen). Paslon nomor 3 ini diusung PAN, Hanura, PKPI. Satu lagi caden nomor urut 1, duet advokat M Yunus dan aktivis PRD Ahmad Muslimin; meraih 8.325 suara (2,01 persen).

Di Lampung Selatan (Lamsel), “gacoan” NasDem juga menggembirakan. Pengusaha; adik aleg DPR/MPR 2014-2019 dapil Lampung 1, Ketua MPR, Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan; cawagub Herman Pilgub 2014: Zainudin Hasan duet dengan aleg DPRD Lamsel 2009-2014, 2014-2015 Nanang Ermanto, kader PDI Perjuangan.

Paslon ZAIN nomor urut 3 diusung PAN, PDI Perjuangan, NasDem, PKS ini mencetak 58,07 persen kemenangan dari total 487.562 suara sah, dengan 283.122 suara di tangan.

Ungguli paslon nomor urut 2 Demokrat-Hanura, duet bupati petahana 2010-2015 Rycko Menoza SZP dan Ketua DPC Demokrat setempat Eki Setyanto; peraih 38,05 persen suara setotal 185.545. Disusul paslon 1 dari koalisi PKB-Gerindra, eks cabup 2005, aleg DPRD Lampung, kelak Ketua PWNU Lampung 2013-2018, KH RM Soleh Badjuri; dan Ahmad Ngadelan, 18.895 suara (3,88 persen).

Di Pesawaran –NasDem absen. Duet kompatriot DPRD Lampung 2014-2019; kader Demokrat, putra anggota DPR/MPR 2014-2019 dapil Lampung I Zulkifli Anwar, Dendi Ramadhona Kaligis; dan kader PDI Perjuangan, adik eks Ketua DPRD Lampung Nurhasanah dan Ketua DPRD Pesawaran M Nasir, Eriawan; menang 108.271 suara (47,08 persen) dari total suara sah 229.682 (70,07 persen), tidak sah/golput 3.727, dari 334.288 pemilih terdaftar.

Paslon Dermawan usungan Demokrat, PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, PKS ini sukses tumbangkan petahana 2010-2015 Aries Sandi Darma Putra-Mahmud Yunus, runner-up 67.800 suara (29,48 persen); disusul Fadhil Hakim Yohansyah-Zainal Abidin 39.474 suara (17,17 persen); Okta Rijaya-Salamu Solikhin 14.416 suara (6,27 persen). Para paslon kalah, berlatar caden.

Di Kota Metro, dengan total 85.846 suara pemilih di 238 TPS: 84.471 sah, 1.777 tak sah, partisipasi pemilih 77,19 persen dari 112.822 pemilih terdaftar, paslon nomor urut 3 diusung NasDem, PDI Perjuangan, PAN, menang; duet Bupati Lamteng 2010-2015 dan eks Wakil Walikota Metro 2005-2010; Pairin-Djohan (Paidjo), dulang 33.499 suara (39,47 persen).

Baca Juga:  Kilas Cermin 45 Tahun Bayi Mungil "Kini Hadir Abdikan Diri Pada Masyarakat"

Paslon 2, duet cawalkot Bandarlampung 2005, anggota DPR/MPR dapil Lampung II asal PKS, Abdul Hakim; dan pengurus DPP Gerindra Drh Muchlido Apriliast, menyusul 24.671 suara (29,07 persen); paslon 1 asal Demokrat, PKB, Hanura; eks Ketua DPRD 2009-2014 Sudarsono-Taufik Hidayat 15.841 suara (18,67 persen); paslon 5 caden Okta Novandra Jaya-Wahadi 9.931 suara (11,70 persen); paslon 4 caden Supriadi-Megasari 926 suara (1,09 persen).

Di Pesisir Barat jago NasDem pun unggul. Duet dua ketua NasDem-PKB setempat, Dr Agus Istiqlal-Erlina nomor urut 1 diusung NasDem, PKB, PAN; dulang 25.534 suara (32,05 persen).

Terpaut selisih perolehan tipis, 1.170 suara (2,74 persen) di atas raihan paslon 2 ALB-Efan, kader Demokrat Aria Lukita Budiwan-Efan Tolani kader PKS eks aleg DPRD Lampung 2004-2009, didukung PBB, 24.464 suara (30,71 persen). Disusul paslon 3 asal PDI Perjuangan-PKPI, Ketua DPC PDI Perjuangan cum advokat KRT Oking Ganda Miharja dan kader PKPI Irawan Topani (Oking-Top) raih 17.968 suara (22,55 persen); dan paslon 4 caden Jamal Naser-Syahrial 11.702 suara (14,69 persen).

Di Lampung Tengah, NasDem absen tiada kursi. Dukung mana kala itu tak didapati. Adapun berbasis anatomi DPT terbanyak, kendati tak laju otomatis, pilkada Lamteng 2015 tercatat pilkada pemecah rekor raihan perolehan suara sah tertinggi paslon terpilih dari 8 pilkada se-Lampung saat itu.

Paslon 2 diusung gabungan PDI Perjuangan, PAN, Demokrat, Hanura, PKS, PKPI; pejawat Dr Mustafa-Loekman Djoyosoemarto telak unggul rerata 60 persen di total kecamatan raih 393.130 suara (63,54 persen) dari total 625.986 suara, dengan 616.766 suara sah (98,53 persen), 10.903 tak sah, partisipasi pemilih 624.795 (64,95 persen) di 2.411 TPS.

Disusul paslon 3 usungan Gerindra-PKB, duet Ketua Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim dan kala itu Ketua NU Lamteng Imam Suhadi raih 128.694 suara 20,80 persen. Paslon caden nomor 4 duet wabup 2005-2008 bupati 2008-2010, Mudiyanto Thoyib; dan aleg DPRD Lampung Musa Ahmad, 87.134 suara 14,08 persen; caden nomor urut 1 Samidjo-Fatoni, 9.778 suara (1,58 persen).

Di Lamtim, jago NasDem tak lain Ketua DPD NasDem sini Yusran Amirullah, cawabup Sudarsono diusung bareng Gerindra, Golkar didukung 3 parpol nonparlemen peserta Pemilu 2014: PBB, Hanura, PPP; urung hoki.

Paslon nomor urut 1 ini beroleh 232.455 suara (46,83 persen). Dengan partisipasi pemilih 63,9 persen, dikalahkan paslon nomor urut 2, duet anggota DPR/MPR 2014-2019 dapil Lampung II asal PKB, Chusnunia Chalim (Nunik), dan Ketua DPC Demokrat Lamtim Zaiful Bokhari; yang unggul raih 263.926 suara (53,17 persen).

Sebelumnya, eks Ketua KPUD setempat 2004-2009, petahana wabup 2010-2015, usungan PDI Perjuangan, PKS, PAN (kini almarhum) Erwin Arifin, kalah sebelum tanding. Usai cawabupnya, kader PKS Prio Budi Utomo wafat, KPU setempat lewat SK 56/KPPS/KPU.KAB-008.435605/2015 hasil pleno 10 November 2015 mencoret paslon ini berdasar Pasal 83 ayat (1) dan (2) PKPU 9/2015, hasil konsultasi KPU Lampung dan KPU. KPU juga mencoret bacaden Yulianto-Ahmad Roji, gagal verifikasi. Dari 3 parpol pengusung Erwin-Prio, PAN yang tercatat alihkan dukungan ke Yusran.

Terakhir Way Kanan, paslon 1 jago NasDem, PDI Perjuangan, Gerindra, PKB; duet wabup 2005-2010 bupati pejawat 2010-2015 Bustami Zainudin; dan Adinata pun kalah.

Meraup 91.849 suara (40,24 persen), raihan paslon ini nyaris 20 persen di bawah raihan paslon penantang paslon pemenang nomor urut 2 diusung Demokrat, PKS, PAN, Hanura; Ketua DPRD Way Kanan 2009-2014 Raden Adipati Surya dan eks Kadis PUPR setempat Dr Edward Antony, raup 136.387 suara (59,76 persen). Dari total 230.354 suara, 227.450 suara sah (98,74 persen), 3.179 tak sah dan partisipasi pemilih 69,45 persen.

Catatan khusus, pilkada serentak 2015 di Lampung diikuti tiga kandidat perempuan: Cawawalkot Metro Megasari, cawabup Pesibar Erlina, cabup Lamtim Chusnunia. Nama terakhir, bupati perempuan pertama di Lampung.

Pilkada 2017

Dua warsa setelah itu, genderang perang pilkada serentak nasional 2017 bergemuruh di 5 wilayah Lampung pasca 2012. Pilkada penentu total 101 pasangan kepala daerah periode 2017-2022, pilkada 15 Februari 2017.

Di Pringsewu, pejawat nomor urut 2, duet aleg DPD/MPR 2004-2008 dapil Lampung, Wabup Tanggamus 2008-2011, Bupati Pringsewu 2012-2017 Sujadi Saddat dan edupreneur Dr Fauzi diusung Demokrat, Gerindra, Golkar, PKB, PKS; menang 45,96 persen, 98.719 suara.

Sujadi-Fauzi ungguli paslon penantang nomor urut 1 usungan NasDem-PAN, duet Ketua DPD Partai NasDem Pringsewu dan kader PAN, Siti Rahma-Edi Agus Yanto, peraih 76.154 suara (35,45 persen).

Dan, nomor urut 3 usungan PDI Perjuangan dan PPP, duet Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Utara, putra eks bupati Lampung Utara Zainal Abidin; Ardian Saputra dan pengurus DPP PPP, RA Dewi Arimbi dengan perolehan 39.934 suara (18,59 persen). Total raihan ketiga paslon 214.807 suara sah plus 3.191 tidak sah total 217.998 suara di 821 TPS dari 317.482 pemilih terdaftar.

Baca Juga:  Menanam Sayuran Menjadi Aktivitas Baru Di Masa Pandemi

Catatan khusus pilkada Pringsewu ini, lelagi soal dua kandidat perempuan. Siti Rahma, kini Ketua Fraksi NasDem DPRD Lampung, satu-satunya cabup perempuan NasDem, pilkada serentak 2017 di Lampung.

Istimewa, hadir dampinginyi, empat nama penting saat daftar KPU: saat itu Ketua NasDem Lampung Mustafa, aleg DPR Lampung I Taufik Basari, saat itu Wagub Lampung Bachtiar Basri; Wagub Lampung 2003-2008 Pj Gubernur Lampung 2008-2009 Syamsurya Ryacudu.

Dan cawabup Dewi Arimbi tercatat punya latar historis terkait Bung Karno. Ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto dikutip dari Republika 9 Februari 2017, Dewi adalah putri dokter pribadi Bung Karno bernama dr Soeharto, yang setia pada Bung Karno.

“Tadi saya ditunjukkan foto-foto bagaimana dokter Soeharto merawat Ibu Fat (sapaan ibu negara pertama, Fatmawati Soekarno). Dan beliau (dokter Soeharto) menjadi saksi lahirnya Ibu Megawati (Soekarnoputri) di tengah petir yang menggelegar,” ungkap keterangan tertulis Hasto usai ke Pringsewu hari itu, sepekan prapencoblosan.

Beralih ke Lampung Barat, jagoan NasDem, Demokrat, Gerindra, NasDem PKB, PKS, dan PPP; paslon 2 Dr Edy Irawan Arief-Ulul Azmi Soltiansa, raih 69.470 suara (42,99 persen).

Dipatahkan petahana nomor urut 1 peraih 92.124 suara (57,01 persen) usungan PDI Perjuangan, Golkar, PAN; duet Ketua DPC PDI Perjuangan Lambar Parosil Mabsus dan eks birokrat –lama di Tulang Bawang, famili Raja Kerajaan Adat Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan XXIII Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edwardsyah Pernong; Mad Hasnurin.

Disini, total suara sah 161.594, tak sah 1.837, pencoblos 163.326 di 533 TPS dari 216.639 pemilih terdaftar, partisipasi pemilih 75,4 persen, tertinggi Kecamatan Gedung Surian dan Kebun Tebu, 85,5 dan 85,4 persen.

Di Tulang Bawang (Tuba) dari tiga tetapan KPU 25 Oktober 2016, penantang nomor urut 3, duet Ketua DPRD 2009-2014 dan 2014-2016, Ketua DPC PDI Perjuangan, Winarti; Ketua DPD PAN sini Hendriwansyah, unggul tipis. Paslon Win-Hen diusung PDI Perjuangan-PAN, ditetapkan terpilih, dasar berita acara KPU Tuba 22/BA/III/2017 tarikh 15 Maret 2017, 93.689 suara (47,65 persen).

Gawang petahana jagoan NasDem, paslon nomor urut 2 usungan Demokrat, Golkar, Gerindra, Hanura, NasDem, PKB, PKS, PPP: bupati-wabup 2012-2017 Hanan A. Rozak-Heri Wardoyo (Handoyo), jebol.

Kalah tipis terpaut selisih perolehan 2,51 persen, Handoyo bukukan 88.762 suara (45,14 persen). Kalah lainnya, caden nomor urut 1 Syarnubi-Solihah raih 14.174 suara (7,21 persen).

Di Tulang Bawang Barat, notabene dari sinilah sejarah politik pilkada serentak nasional di Lampung dengan hanya diikuti oleh satu paslon alias calon tunggal, hadir.

Tercatat, pilkada maupun paslonnya, duet wabup era bupati pertama Bachtiar Basri 14 November 2011-23 Juni 2014 (dilantik bupati usai Bachtiar Basri terpilih dan dilantik jadi Wagub Lampung 2 Juni 2014), petahana 23 Juni 2014-2016 Umar Ahmad, dan wabup 2015-2016 Fauzi Hasan, jadi ikon pilkada pertama lawan kotak kosong sepanjang sejarah pilkada langsung 2005-2012, serentak nasional 2014-2017, di Lampung.

Paslon yang diusung PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, Golkar, Hanura, NasDem, PAN, PKB, PKS, PPP, didukung parpol nonparlemen Partai Perindo ini menang hebat, daratkan rekor raihan suara sah tertinggi juga se-Lampung.

Yakni 167.512 suara (96,75 persen) dari total 173.137 suara pemilih termasuk 80 pemilih disabilitas, 5.625 antaranya suara tidak sah (3,25 persen) dari DPT 197.541 di 553 TPS.

Dari reportase Antara, ditemukenali, Umar-Fauzi prapilkada telah menarget: menang 95 persen, partisipasi pemilih 90 persen.

Diselusuri balik, Jumat (1/4/2022) dini hari, Sistem Informasi Tahapan Pilkada (SITaP) 2017 KPU RI mencatat, bahkan hingga masa perpanjangan pendaftaran paslon ditutup, tiada batang hidung paslon lain mendaftar.

Itu demi memenuhi syarat UU pilkada yang baru, UU 10/2016, respons pemerintah dan DPR sebagai agregasi hal baru “pilkada bercalon tunggal” ini. UU yang lahir, bermula dari permohonan uji materi hingga berbuah putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/PUU-XVIII/2015 per September 2015, lantas dinomenklaturkan dalam Pasal 54C UU itu.

KPU diberi ruang perpanjang pendaftaran untuk jaring kemungkinan paslon lain daftar, bila tak ada juga dan semua persyaratan paslon tunggal usai diteliti memenuhi, dinyatakan diterima, tahapan pilkada dilanjut hingga hari pencoblosan. Metode perwajahan kertas surat suaranya dua kolom: satu kolom memuat foto paslon tunggal, satu kolom kosong tak bergambar.

Sebab kemenangannya di atas 50 persen sesuai beleid Pasal 54D UU Pilkada, SK KPU Nomor 50/Kpts/KPU-Kab-008.680696/2016 mendasari ketentuan Pasal 67 ayat (2) PKPU 9/2016 (Perubahan Ketiga PKPU 9/2015), menetapkan Umar-Fauzi paslon terpilih.

Studi kasus paslon tunggal Umar-Fauzi, aspirasi total elite parpol pengusung dan pendukung, menyebut faktor keberhasilan kepemimpinan daerah menunaikan visi misi dan program kerja sesuai janji kampanye politik pilkada, dan dalam menjalankan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan daerah, sebagai basis material hilirisasi keterpilihan.

Baca Juga:  Ahmad Syatiri: Bersatu Membangun Tiyuh Yang Jujur, Adil dan Bermartabat

Kepalang tanggung, berikut data raihan 9 kecamatan. Di Batu Putih raihannya 9.204 suara dari total 9.377 suara, 173 tidak sah, dari 11.076 DPT, 36 TPS, partisipasi pemilih 82,6 persen. Gunung Agung raihan 20.256 suara sah dari total 20.443 suara, 148 tidak sah, dari 21.384 DPT, 66 TPS, partisipasi pemilih 95,6 persen.

Di Gunung Terang raihan 12.434 suara sah dari total 12.587 suara, 159 tak sah, dari 13.560 DPT, 42 TPS, partisipasi 90,6 persen. Lambu Kibang raihan 14.376 suara sah dari total 14.526 suara, 150 tidak sah, dari 16.255 DPT, 46 TPS, partisipasi pemilih 89,4 persen.

Di Pagar Dewa –kampung halaman Herman HN, raihan 4.604 suara sah dari total 4.647 suara, 43 tak sah, dari 5.047 DPT, 12 TPS, partisipasi 92,1 persen. Tuba Tengah raihan 49.611 suara sah dari total 50.417 suara, 609 tak sah, dari 59.758 DPT, 174 TPS, partisipasi 84,4 persen.

Di Tuba Udik raihan 22.243 suara sah, total 22.553 suara 310 tak sah dari 23.943 DPT 60 TPS partisipasi 91,3 persen. Tumijajar 26.544 suara sah dari total 26.880 suara, 336 tak sah, dari 31.392 DPT, 75 TPS, partisipasi 86,8 persen. Way Kenanga, raihan 13.846 suara sah dari total 13.963 suara, 117 tak sah, dari 15.126 DPT, 42 TPS, partisipasi 93,2 persen.

Geser ke Mesuji, jago NasDem, paslon 2 diusung NasDem, Demokrat, Golkar, PAN, PKB, PKS; duet Khamami, Ketua DPP PDK Lampung 2002-2009, cabup Tuba 2005, Ketua DPP PPDK Lampung 2009-2012, aleg 1,5 periode DPRD Lampung 2004-2012, bupati pejawat 2012-2017; dan cawabup eks birokrat Saply Th, lega menang banyak.

Dari 105.975 suara pemilih dari total 145.387 pemilih terdaftar, 105.059 suara sah, 1.309 tidak sah di 279 TPS, Khamami-Saply raup 77.065 suara (73,11 persen), jauh di atas raihan penantang nomor urut 1 usungan PDI Perjuangan-Hanura, Febrina Lesisie Tania-M Adam Ishak, yang hanya rebut 28.341 suara (26,89 persen).

Sekadar ilustrasi tingkat partisipasi pemilih, Kecamatan Simpang Pematang, kontributor tertinggi 77,5 persen. DPT 18.427, pengguna hak pilihnya 14.281 dengan 14.102 suara sah, 179 tidak sah di 39 TPS.

Pilkada 2018

Ke pilkada serentak nasional 2018. Ada tiga di sini: Pilgub Lampung, Pilbup Tanggamus, Pilbup Lampung Utara. Dari 171 daerah (15 daerah calon tunggal) provinsi, kabupaten, kota penghelat pilkada penentu pasangan kepala daerah 2018-2023, 27 Juni 2018.

NasDem, juara. Di Tanggamus, duet istri wabup 2007-2012 lanjut bupati 2012-2016 diberhentikan DPRD pascavonis rasuah, Bambang Kurniawan, Sekretaris DPC PDI Perjuangan setempat Dewi Handajani; dan cawabup, anggota DPRD 2014-2018 dari PDI Perjuangan, AM Syafi’i, sukses jebol gawang petahana.

Jagoan NasDem ini, paslon Desa Asyik usungan PDI Perjuangan 11, PAN 5, PKS 3, dan NasDem 3 kursi (total 22 kursi DPRD 2014-2019 atau 49 persen) nomor urut 1, lalap 170.570 suara (55,97 persen) dari total 304.770 suara sah (96,66 persen), 10.546 tidak sah (3,34 persen) dari total 315.316 suara (69,62 persen) dengan angka golput 137.589 (30,38 persen) dari total 452.905 pemilih terdaftar.

Petahana paslon 2 usungan Demokrat 5, Golkar 5, Gerindra 4, PPP 4, Hanura 3, PKB 2 (total 23 kursi, 51 persen), wabup 2012-2016, bupati 2016-2018 pengganti Bambang: Samsul Hadi; dan cawabup Nuzul Irsan, anggota DPRD 2014-2018 peraih suara terbanyak Pileg 2014, raup 134.200 suara (44,03 persen).

Di Lampung Utara, petahana juara. Bupati pejawat 2014-2019, Ketua DPD NasDem setempat Agung Ilmu Mangkunegara; nomor urut 3 diusung Gerindra, NasDem, PAN, PKS, raih 162.426 suara, 50,85 persen, cawabupnya Kepala BPKAD Pemkab sini, Budi Utomo (dilantik bupati 2020-2023, 3 November 2020 pascavonis rasuah Agung).

Paslon penantang nomor urut 1 diusung PDI Perjuangan, Demokrat, Hanura; wabup era Hairi Fasya 2000-2008, bupati 2009-2014, Ketua DPC PDI Perjuangan Zainal Abidin; cawabup M Yusrizal, aleg DPRD Lampung 2009-2014 DPRD Lampura 2014-2018, ketua DPC Demokrat; merebut 104.885 suara (32,83 persen).

Paslon 3 asal Golkar-PKB-PBB; duet bendahara DPD Partai Golkar Lampung, Aprozi Alam dan guru SMP, Ice Suryana, gaet 52.139 suara (16,32 persen). Dari 319.450 suara sah (97,03 persen), 9.786 tak sah (2,97 persen), dari total partisipasi 329.239 (75,44 persen), golput 107.192 (24,56 persen) dari 436.431 pemilih terdaftar.

Penutup, sisi beda NasDem di Lampung dalam mengudarakan frekuensi sekaligus mendaratkan eksekusi pengarusutamaan dialektika jerih pengupayaannya, tak lain: fleksibilitas sikap politik elektoralnya.

Ikut jawara 8 pilkada 2015-2018, NasDem di Lampung tak melulu kaku lidah kelu. Meski, adapula di sementara daerah, belum dapat usung paslon alias absen sekalipun. Apabila basisnya oportunisme kapital, kuat kesan, NasDem menjauh dari itu. Selengkapnya? Bersambung. [red/Muzzamil]

Youtube:Lampungvisual.com

 393 kali dilihat