Lampung Utara, lampungvisual.com – Sejumlah masyarakat di Desa Bojong Barat Kecamatan Kotabumi Lampung Utara (Lampura), mendapatkan bantuan BPNT dan minyak goreng yang salurkan Pemerintah Pusat Melalui Kantor Pos Kotabumi mengeluhkan adanya permintaan uang dari RT atas perintah Kaur dan sekertaris desa (Sekdes) pada saat membagikan undangan untuk pengambilan bantuan tersebut.
EM warga setempat yang menerima bantuan mengatakan bahwa RT meminta uang Rp.10.000 ribu rupiah dengan dalih biaya adminitrasi. Permintaan uang itu disampaikan RT ketika mengantarkan undangan untuk pengambilan bantuan BPNT dan minyak goreng di Kantor pos.
” Kami kaget aja, RT datang kerumah nganterin undangan dan minta uang Rp.10.000 ribu rupiah alasan untuk biaya adminitrasi. Sedangkan bantuan itu kami ambil aja belum sudah minta uang, ” kata dia. Rabu (13/4/2022)
Senada dikatakan warga berinisial MG, RT membagikan undangan pengambilan bantuan di Kantor Pos Kotabumi dan meminta uang untuk biaya administrasi. ” Kami disini heran, mereka sudah digajih pemerintah, masih aja meminta uang kepada kami yang kurang mampu. Padahal bantuan itu belum kami ambil. RT sudah minta uang kepada kami, ” Timpalnya.
RT 1 dusun 1 Darmawan ketika ditemui dikediamannya mengatakan bahwa benar dirinya telah meminta uang sebesar Rp. 10.000 rupiah pada saat membagikan undangan. Namun hal itu, menurut dia bukan memaksa melainkan keikhlasan dari warga.
” Disini, Saya hanya menjalankan perintah dari Sekdes dan Kaur selaku pimpinan untuk membagikan undangan serta meminta uang adminitrasi sebesar Rp. 10. 000 rupiah kepada warga yang mendapatkan bantuan itu. Dan uang itu saya serahkan kepada Sekdes dan Kaur. Kemudian saya hanya diberikan uang sebesar Rp. 50.000 rupiah untuk beli bensin serta rokok, ” jelasanya.
Hal senada dikatakan sukimi RT 2 dusun 2, dirinya juga mendapatkan perintah dari Sekdes dan Kaur untuk membagikan undangan serta meminta uang sebagai biaya adminitrasi. Dana yang sudah dikumpulkan dari warga, langsung diserahkan kepada Sekdes dan Kaur.
” Saya hanya menjalankan tugas saja atas perintah mereka berdua (Red sekdes dan Kuar) dan uang nya sudah saya serahkan juga kepada mereka, ” terangnya.
Sementara Sekdes Bojong Barat Sugeng saat ditemui dikediamannya, membantah telah memberikan perintah kepada RT untuk meminta dan sebesar Rp. 10. 000 ribu rupiah melainkan hanya membagikan undangan serta meminta keihklasan warga yang mendapatkan bantuan tersebut.
” Kalau intruksi untuk meminta tidak ada, hanya meminta kepada RT untuk membagikan undangan. Kalau ada warga yang ikhlas memberi, apa salahnya diambil, ” cetusnya.
Ketika ditanya jumlah warga yang mendapatkan bantuan BPNT dan Minyak Goreng, Sugeng mengatakan jumlah warga mendapatkan Bantuan BPNT dan Minyak Goreng 85 orang.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun seusai menkonfirmasi Sekdes, masyarakat didatangi satu persatu untuk meminta surat penyataan bahwa pemberian uang itu bukan unsur paksaan, tetapi sukarela.
” Ya mas benar, sekira jam 14.00 Wib, Pak RT 2 dan RT 1 sudah keliling minta tanda tangan warga penerima bantuan yang menyatakan bahwa tidak ada unsur paksaan melainkan pemberian uang secara sukarela, ” kata warga EM.
Disis lain, ketika Kades Bojong Barat Edi di Konfirmasi melalui via telepon, nomornya dalam keadaan tidak aktif.
(Andrian Folta)