Terkendala modal Masyarakat Tulung Balak Mewujudkan Destinasi Ikan Nila

Terkendala modal Masyarakat Tulung Balak Mewujudkan Destinasi Ikan Nila
LAMPUNG UTARA

Lampung Utara,lampungvisual.com-
Masyarakat di Kecamatan Abung Tinggi khususnya Desa Tulung Balak, Lampung Utara (Lampura) banyak mengalihfungsikan lahan yang semula ditanami sawah, kopi dan lainnya beralih ke sektor kolam ikan nila. Sebab, hasil sawah tidak begitu maksimal ditambah lagi kebutuhan hidup semakin meningkat.

“Menggeluti Usaha Kolam ikan Nila, kami terkendala dengan modal. Apalagi modal bukan sedikit mulai dari bibit ikan, pembuatan kolam, Makanan Ikan bila dihitung menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah, ” kata Darham (51) ketika berkeliling melihat kolam ikan nila bersama kadis perikanan Sanny Lumi dan Jajaran PWI Lampura. Kamis (4/8/2022)

Menurut dia, Kelompok Ikan Nila disini sempat mengajukan permohonan bantuan modal, namun hingga saat ini belum terealisasi. Sedangkan modal itu sangat berarti untuk mengembangkan usaha kolam ikan nila.

Baca Juga:  Gubernur Arinal Djunaidi Lantik Budi Utomo sebagai Bupati Lampung Utara Sisa Masa Jabatan 2019-2024

Luas kolam sendiri bervariasi mulai dari ukuran 8 meter persegi hingga 70 meter persegi. ” Kalau 8 meter persegi bibit yang bisa diisi berkisar 4000 ribu ekor sedangkan ukur 70 meter persegi bibit ikan nila berkisar 25000 ribu ekor, ” ucapnya.

Keuntungan sendiri, lanjut dia, lebih besar dibandingkan menanam sawah. Menanam sawah bisa mendapatkan keuntungan hanya 30 persen sedangkan usaha kolam ikan nila setiap panennya, keuntungan dihasilkan mencapai 70 persen.

“Ibaratnya Kalau nanem sawah 1 petaknya untung cuman 1 juta, sedangkan kalau kolam ikan nila kita bisa untung 10 juta, ” jelasnya.

Perwakilan kelompok perikanan(Pokkan) Mina Keluarga Rifai ini menambahkan, sejumlah usulan bantuan permodalan ke pihak perbankan sudah diajukan, namun belum terealisasi. Padahal sektor modal itu sangat berarti untuk pengembangan usaha perikanan di desa setempat.

Baca Juga:  Polsek Abung Barat berhasil Amakan dua tersangka Sedang pesta sabu

Untuk biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan kolam ikan nila bervariasi, tergantung dengan luasannya. Dengan akumulasi setiap meter persegi harus diberikan ikan sebanyak 10 -15 ekor.

Sementara itu, Kadis Perikanan Lampura Sanny Lumi menambahkan, ada dua kecamatan yang menjadi lokasi sektor perikanan di Kabupaten Setempat, yakni Kecamatan Abung Tinggi di Desa Skipi, dan Kecamatan Tanjung Raja Desa Tulung Balak.

“Terus kita support, agar Lampura menjadi sentra perikanan air tawar. Khususnya ikan Nila. Kita targetkan di tahun mendatang Lampura akan swasembada ikan,”katanya.

Mengenai keluhan permodalan para petani, Dia akan terus berupaya berkomunikasi berkoordinasi, dan berusaha meyakinkan pihak perbankan, agar dapat memberikan bantuan permodalan dengan bunga ringan kepada para petani dengan sistem kredit usaha rakyat(KUR). “Apalagi kita sudah membentuk kelompok perikanan(pokkan) yang tergabung dalam gabungan kelompok perikanan(Gapoktan) Mina jaya Bersama,” jelasnya.

Baca Juga:  Tekab 308 Lampura berhasil amankan pelaku yang diduga melakukan perampasan HP

Dengan adanya perombakan besar – besaran lahan pertanian sawah menjadi kolam perikanan, membuktikan animo masyarakat sangat tinggi.

”Untuk pemasaran kita tidak kewalahan, mengingat produksi perikanan ini tidak hanya menjadi konsumsi local. Tapi juga sudah merambah ke Kabupaten/Kota, atau bahkan ke provinsi lain,”katanya.

Di Sisi lainnya, Azis selaku ketua kelompok tani setempat. Menurutnya, jenis ikan nila yang dibudidayakan warga merupakan varietas mono sex dan hanya bisa berkembangbiak setelah berusia sembilan bulan.”Varietas mono sex yang kita kembangbiakan dari Surabaya,”kata dia seraya menyebut Dinas Perikanan Lampura selalu melakukan pembinaan terhadap para petani ikan di wilayah setempat. (Andrian Folta)

 178 kali dilihat