Polres Lampung Utara Bersama Dinkes Monitoring Larangan Penjualan Obat Sirup di Apotik

Polres Lampung Utara Bersama Dinkes Monitoring Larangan Penjualan Obat Sirup di Apotik
LAMPUNG UTARA

Lampung Utara, lampung visual.com

Polres Lampung Utara bersama Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP Kabupaten setempat terjun langsung ke lapangan untuk memonitoring larangan sementara penjualan obat sirup di apotek dan Minimarket , Senin (24/10/22).

Kegiatan tersebut langsung dipimpin oleh Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol Arjon didampingi Kabid Penegakan Perda Sutejo, Kabid Sumber Daya Kesehatan Rohim Pauzi, Kasi Farmakmin Fitria Oktafiani dan beberapa personil Sat Intelkam, Sat Narkoba, Si Dokes Polres Lampung Utara serta personil Sat Pol PP.

Baca Juga:  Tamanuri ajak warga Kedepankan Empat Pilar Kebangsaan Demi Kerukunan Hidup Bermasyarakat

Kabag Ops Kompol Arjon mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail menjelaskan, hari ini kita Polres Lampung Utara bersama rekan-rekan tim dari Pemda, Pol PP dan Dinas Kesehatan Lampung Utara melaksanakan kegiatan monitoring terhadap obat-obat sirup yang ada di apotik yang sementara ini dilarang pemerintah untuk tidak diperbolehkan diperjualbelikan dulu.

“Sementara ditemukan di beberapa apotek dan Alfamart segala jenis obat sirup sudah diamankan dan tidak di perjual belikan lagi, ini mungkin berkat sosialisasi dari Dinas Kesehatan kepada rekan-rekan dari apotek dan minimarket beberapa hari lalu,” kata Kompol Arjon.

Baca Juga:  Dana alokasi khusus di Lampura Tahun 2018 Menurun

Di Tempat terpisah Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara Rohim Pauzi mengatakan, kami dari Dinas Kesehatan dengan Polres Lampung Utara sinergis dalam rangka menciptakan suatu kondisi yang aman bagi masyarakat mengenai peredaran obat-obatan yang menurut Menteri Kesehatan membahayakan.

“Kami sudah menindak lanjuti dengan membuat surat edaran dan alhamdulilah kawan-kawan dari apotik kawan-kawan dari toko obat semua sudah bergerak dan menindak lanjuti apa yang dimaksut sudat edaran dari balai pom tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:  Desa Madukoro Lampung Utara buka Toko Keluarga Bussines Center (Toga MBC)

Untuk obat-obat yang beredar yang memang ditengarai ada mengandung kandungan berbahaya semua sudah diamankan di tempat yang aman, untuk menindaklanjuti menunggu perintah selanjutnya apakah nanti di kirim kembali atau dimusnahkan. (Andrian folta)

 87 kali dilihat