Pray for Sriwijaya Air SJ182, Tiga Korban Warga Tubaba & Satu Warga Sintang Alumni IIB Darmajaya, Pejuang Bravo Lima Berbelasungkawa

(Pray for Sriwijaya Air SJ182 -- Ketua DPD Pejuang Bravo Lima Lampung, Ary Meizari Alfian turut menyampaikan belasungkawa atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, dimana tiga penumpangnya warga Lampung asal Tubaba, dan satu adalah alumnus Manajemen IIB Darmajaya. | Foto: PBL Lampung)
PROFIL & SOSOK

BANDARLAMPUNG-
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung Ary Meizari Alfian turut menyampaikan rasa duka dan berbelasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak, pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu, pukul 14.40 WIB di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Atas nama segenap pengurus inti dan dewan penasihat DPD PBL Lampung, DPC PBL kabupaten/kota, segenap anggota/simpatisan PBL se-Lampung, Ary Meizari Alfian turut mengamini arahan direktif Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada aparatur terkait untuk melakukan upaya terbaik pencarian, penyelamatan, dan penanganan cepat insiden.

Seperti diketahui bersama, tim SAR gabungan dikomandoi oleh Basarnas, bersama Kementerian Perhubungan, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), TNI, Polri, BNPB, Jasa Raharja, Angkasa Pura II, Sriwijaya Airlines, Pemprov DKI Jakarta, serta aparatur dan warga sekitar Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, siang dan malam 1 x 24 jam masih berjuang di lapangan.

BACA JUGA:  Inilah Sosok Kapolres Aceh Utara Yang Dekat Dengan Masyarakat

“Dengan tulus kami keluarga besar Pejuang Bravo Lima Lampung turut berbelasungkawa. Kami bagian dari yang mendoakan semoga Allah SWT memberikan mukjizatNya,” ujar Ary, dalam siaran persnya yang diterima di Bandarlampung, Senin (11/1/2021).

Mantan Ketua Kadin Lampung tersebut mengungkapkan, pihaknya juga dapat turut merasakan suasana kebatinan dan duka cita mendalam dari segenap keluarga dan kerabat korban.

Ary mengatakan, dari pemberitaan luas media massa, pihaknya pun ikut mencermati dari total penumpang tertera dalam manifest penerbangan, terdapat tiga warga Lampung asal Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), turut menjadi korban.

BACA JUGA:  Pejuang Bravo Lima Lampung: Selamat Bertugas Heriyono Harsoyo, Komisaris Petrokimia Gresik

Diketahui, ketiganya warga asal RW 02, Tiyuh (Desa) Toto Makmur, Kecamatan Batuputih, Tubaba. Identitasnya berikut kode penerbangan, Sugiono Effendy (37 tahun, in099 TKG, nomor kursi 12), dan Pipit Piyono (25 tahun, in099TKG, nomor kursi 14), keduanya warga RT 05, dan Yohanes (27 tahun, in099TKG, nomor kursi 13), warga RT 04.

Mereka bertiga sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan, dan dalam peristiwa tragis ini terafirmasi satu nomor tiket, yaitu 9,77108e+12.

Plus, satu penumpang tertera bernama Asyhabul Yamin (36), seorang warga berprofesi pedagang pakaian jadi asal Sintang, Kalimantan Barat, terafirmasi juga alumnus S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung angkatan 2011.

BACA JUGA:  Inspirasi Junaedi RM Minang Indah: Tamatan SMP, Berbisnis Dari Nol, Kian Moncer Di Tengah Pandemi (4)

Secara khusus, Ary menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesigapan Basarnas Lampung terjun dalam pencarian dan penyelamatan korban. Juga, kepada Polda Lampung melalui Tim DVI yang telah mendata antemortem dan sampel DNA keluarga ketiga korban asal Tubaba itu. Serta Pemprov Lampung dan Jasa Raharja Lampung yang sigap menyantuni.

“Dengan segenap kerendahan hati, izinkanlah kami, Pejuang Bravo Lima Lampung mengajak seluruh rakyat Lampung dan Indonesia, mari kita doakan semoga seluruh korban dapat diselamatkan dan ditemukan, seluruh kinerja penyelamatan dapat segera dituntaskan, dan semoga insiden ini insiden pesawat jatuh yang terakhir,” pungkas Ary Meizari Alfian. [red/Muzzamil]

 14 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini