Keadaan Embung Desa Gilih Sukanegeri Membuat Warga Prihatin dan Khawatir

Keadaan Embung Desa Gilih Sukanegeri Membuat Warga Prihatin dan Khawatir
LAMPUNG UTARA PERISTIWA

Utara, (LV) –

Pembangunan embung di Desa Gilih Sukanegeri, Dusun Sukoharjo, Kecamatan Abung Selatan , Kabupaten Utara , uai keluhan dari masyarakat setempat.

Beberapa masyarakat Desa Gilih Sukanegeri gungkapkan embung yang pembangunannya selesai pada akhir tahun lalu dan elan anggaran cukup banyak itu rawan ambrol.

“Itu yang jadi kekhawatiran kami, sebab dapat dilihat sendiri keadaannya begini. Disisi timur-barat pintu air telah rusak, bahkan gelupas hingga kelapisan tanah. Padahal sekarangkan masih bulan kemarau, bagaimana bila nanti masuk di musim penghujan, “kata Ijal, Warga Dusun Sukoharjo desa setempat yang jadi tempat masuk pembangunan embung itu.

Kekhawatiran warga itu bukan tanpa alasan, sebab, dengan tidak adanya tanggul penahan serta pemasangan drainase yang benar dapat berpotensi merusak pembangunan yang mestinya itu dimanfaatkan masyarakat bagi peningkatan ekonominya tersebut. Namun sayangnya, hal itu sepertinya sulit terwujud dengan keadaan yang ada saat ini. Dimana kedua pintu air rusak berat bahkan tanah panahan air rawan longsor yebabkan keprihatinan.

BACA JUGA:  Pemkab Way Kanan Terima Vaksin Sinovac 3.360 Dosis dari Pemprov Lampung

“Sangat disayangkan, kami sebagai warga merasa apa yang telah kami lakukan (hibah tanah) sia-sia. Apalagi uang digunakan ini berasal dari kita juga, kan miris melihatnya. Itu ada drainase dipasang satu disisi dimuka pintu air, lalu pintu airnya hanya ggunakan flat besi tipis sekitar 2-3 mm saja kalau dilihat spekkan jauh dari seharusnya 25 mm, “terangnya.

Belum lagi, lanjutnya, bronjong batu penahan tanahnya hanya bagian bawah atau dasar setara atas sampai tengah tak ada ada. “Kalau begini kan ada kekuatan bangunan ini, sebab ini diambil dari tanah galian dipadatkan yang berasal tanah disekitar. Hanya digilis beberapa kali saja, itu pun hasilnya seperti yang kita lihat tadi. Sebab, pekerja bilang tanahnya lengket, maklum musim penghujan, “tandasnya.

Lalu di kiri-kanan ada batu yang ditebar tanpa digilas kendaraan berat, lanjutnya. Sehingga yulitkan pengendara, khususnya mereka melintas disana. Maklum saja itu kesehariannya itu adalah jalan penghubung jangkau kebun milik warga, dan disaat bersamaan ada ibu-ibu melintas terjatuh karena jalan anjak dan terjal harus dilalui.

BACA JUGA:  Pembersihan Anak Jalanan , Satpol-PP Lampura Jaring 12 Anak Punk

“Kalau tidak hati-hati, ya seperti itu tadi. Kalau sebelumnya itu bisa dilalui dengan mudah, bahkan kendaraan roda empat saja bisa melaluinya. Kalau sekarang boro-boro, motor pun bisa jatuh karena saat dipertanyakan itu hanya pengalihan batu yang seharusnya dibronjong. Padahalkan seharus itu kewajiban pelaksana, bukan diambil dari batu yang seharusnya dipakai buat tanggul penahan tanah (bronjong), “ujarnya.

Seperti dikatakan warga dan terekam dalam kamera tim (awak media), dapat dibenarkan embung yang dibangun diatas tanah berasal dari hibah warga, belum genap lima bulan pengerjaan keadaan telah rusak.

Tampak Keadaan Embung

Setara, di sisi sebelah kanan pintu air ada drainase airnya setara dikiri tak ada, belum lagi tak dilengkapi tanggul penahan tanah sehingga rawan longsong.

Tampak Keadaan Embung

Lalu di saluran air pembuangan kedua sisi Timur-Barat telah hancur, sehingga membuat warga resah sebab bangunan baru saja selesai namun manfaatnya tak dapat dirasakan.

BACA JUGA:  Putus mata rantai penyebaran covid 19, Desa Rejomulyo semprotkan disinfektan

Warga lainnya yang kebetulan melintas disana, Satimin, uturkan prihatin dengan keadaan bangunan yang belum lama selesai di kerajaan tersebut. Selain galami kerusakan disana-sini juga sangat yulitkan masyarakat melintas, pasalnya, batu ditebar tak dapat digunakan karena cukup yulitkan tidak ada gilas dengan alat berat macam buldoser.

“Kami kecewa, dan berharap segera dapatkan perhatian pemerintah. Sebab, cukup vital manfaatnya bagi warga, “keluhnya.

Kades, M Luky Yasin ambahkan bahwasanya pihaknya tidak getahui persis perihal pekerjaan embung di dusun Sukoharjo itu. Namun sepengetahuannya pekerjaan itu sempat dikeluhkan warga karena keadaannya demikian. Sehingga tak dapat berbuat banyak, dan berharap kepada pemerintah dapat memberikan perhatian sebab telah jadi aspirasi masyarakatnya.

“Kalau sepengetahuan saya itu belum lama, dan itu pernah dikeluhkan masyarakat. Dan kami tak dapat berbuat banyak karena tidak getahui secara pasti, mudah-mudahan ada solusi bagi perbaikannya kedepan,”pungkasnya

(Adrian Volta)

 665 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

INDEKS BERITA

Tagged