Sekretaris Distan Tubaba Terima Penghargaan dari SMSI Lampung

Sekretaris Distan Tubaba Terima Penghargaan dari SMSI Lampung
TULANG BAWANG BARAT

Tulang Bawang Barat, (LV) –

Sulistyohadi Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang Barat, mendapat piagam penghargaan sebagai Birokrat tokoh literasi, dari SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Provinsi Lampung.

Piagam penghargaan diberikan pada acara pelantikan Ketua SMSI Provinsi Lampung Donny Irawan, S.E., dan jajaran pengurus periode tahun 2022-2027 di Ballroom Novotel Bandar Lampung pada Minggu, (15/01/2023).

Untuk penyerahan piagam penghargaan dilaksanakan di sekretariat SMSI Tulang Bawang Barat, yang langsung diserahkan ketua SMSI Tubaba Mukaddam kepada Sulistyohadi.

Baca Juga:  Berkolaborasi Bersama Dinas Lingkungan Hidup Perkimta Tubaba Wujudkan Wajah Kota Agar Tetap indah

Ini dasar pemberian piagam penghargaan tersebut,
Sudah menerbitkan beberapa buah buku, baik yang ditulis sendiri maupun berupa antologi bersama penulis lain.
Buku karya sendiri yang sudah terbit: Tasawuf, Demokrasi, Radikalisme: Refleksi Cita-Cita Umat Memperbaiki Negeri (2015); Kismun dan Dulpecut: Obrolan-Obrolan Nggak Penting (2015); Dulpecut Buang Angin (2017).

Sedangkan buku antologi bersama penulis lain yang sudah terbit: Kertas Kerja Orang Tubaba 2 (2022); Kertas Kerja Orang Tubaba (2016); Seindah Rato: Kumpulan Cerpen dari Lampung dan Jakarta (2016); Dia atau Dia (2015); Janji untuk Surti: Kumpulan Cerpen dari Tulangbawang Barat (2015).

Baca Juga:  Kapolres Tulang Bawang Barat beserta jajaran forkopimda Launching Kampung Tangguh Nusantara

Sejak mahasiswa Sulistyohadi aktif menulis, lebih dari 50 tulisannya berupa Opini dan Resensi Buku yang dimuat di beberapa media massa lokal dan nasional, yang terbanyak dimuat di SKH Lampung Post.

Pada kurun waktu 1997 hingga 2002 pernah menjadi wartawan surat kabar harian di Bandar Lampung dan Jakarta.

Sejak 2015 hingga sekarang aktif di beberapa komunitas penulisan yang anggotanya para guru, pelajar, dan masyarakat umum, yang secara bersama-sama belajar berkarya baik berupa fiksi maupun non fiksi, untuk kemudian karya-karya tersebut diterbitkan dalam bentuk buku. Dari komunitas tersebut telah melahirkan lebih dari 20 judul buku.

Baca Juga:  Sosialisasi dan Diskusi Pers PWI Tubaba: Wartawan Harus Komprehensif

(Tim SMSI)

 156 kali dilihat

Tagged